Laporan dari Singapura

Karena 3 Aspek Ini, Surabaya Dinilai Layak Raih Lee Kuan Yew Prize

Zaenal Effendi - detikNews
Senin, 09 Jul 2018 14:57 WIB
Risma bercengkerama dengan Ng Lye Hock Larry. (Foto: Zaenal Effendi)
Singapura - Kota Surabaya menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang dipilih untuk menerima Lee Kuan Yew City Prize bersama 3 kota lainnya di dunia. Ada 3 alasan yang dikemukakan panitia terkait penunjukan Surabaya.

"Surabaya kota yang unik dibandingkan dengan kota lain di dunia karena mampu mempertahankan kampung di tengah perkembangan kota," kata Sekretaris Pelaksana Lee Kuan Yew City Prize Ng Lye Hock Larry pada detikcom di Marina Bay Sands Expo and Convention Center, Senin (9/7/2018).

Ng Larry kemudian mengambil contoh salah satu kampung yang dipertahankan Wali Kota Tri Rismaharini, yaitu kampung nelayan di Bulak yang awalnya kumuh kini berubah menjadi lebih bersih dan berwarna.

Menariknya, kebijakan untuk mempertahankan kampung seperti ini didukung oleh partisipasi masyarakat dan dunia kampus.

"Perubahan ini menjadi menarik karena ada partisipasi masyarakat serta kerjasama universitas untuk menentukan kebijakan. Kampung nelayan di Bulak yang awalnya kumuh, kotor, sekarang berwarna-warni dan bersih," paparnya.


Selain itu, ada program pemberdayaan warga dari Pemkot. "Risma juga memberdayakan warga kampung dengan membuat handycraft, dan sesuatu yang bisa dijual sehingga menambah pendapatan. Pemkot sangat mendukung legalitas serta modal bagi warga kampung. Ibu Risma juga mampu mentransformasikan kemajuan Surabaya," tambah Ng Larry.

Ng Larry juga menilai kebijakan Pemkot Surabaya untuk mengalokasikan 25 persen APBD untuk pendidikan adalah nilai plus bagi Ibu Kota Provinsi Jawa Timur ini.

"25 persen APBD untuk pendidikan ini yang menjadi penting, menyediakan pendidikan gratis serta menyediakan taman baca, dan menawarkan Broadband Learning Center (tempat baca). Ini yang saya dapati saat konservasi di Surabaya," katanya.


Mengakhiri wawancara dengan detikcom, Ng Larry pun mengucapkan selamat atas prestasi Surabaya dan apresiasi pada Risma yang dianggap sebagai walikota terbaik dan mempunyai visi.

"Yang paling penting adalah Ibu Risma. Karena dia salah satu walikota terbaik dan kunci keberhasilan sebuah pemerintahan ada di seorang pemimpin yang mempunyai visi," tambah Ng Larry.

Kini ia berharap Kota Surabaya bisa meningkatkan aspek lain, yaitu transportasi publik yang berintegritas dan layak. "Saya berharap Surabaya bisa meningkatkan transportasinya," pungkasnya. (ze/lll)