Hendak Pijat, Pria Situbondo Dibacok Pria Asing Hingga Jari Putus

Hendak Pijat, Pria Situbondo Dibacok Pria Asing Hingga Jari Putus

Ghazali Dasuqi - detikNews
Jumat, 06 Jul 2018 14:14 WIB
Hendak Pijat, Pria Situbondo Dibacok Pria Asing Hingga Jari Putus
Foto: Istimewa
Situbondo - Niat hati ke dukun pijat, tidak tahunya malah jadi korban pembacokan. Inilah yang dialami M Yama, warga Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo.

Pria 33 tahun itu mengaku dihadang dan dibacok celurit oleh pria tak dikenal saat ia berangkat menuju dukun pijat. Pembacokan sendiri berlangsung di tengah jalan desa setempat.

Akibatnya, selain tiga jari tangannya putus, bagian telapak tangan, paha, lalu lengan, dan dada samping korban juga terluka. Korban pun segera dievakuasi warga ke Puskesmas terdekat.

Namun karena kondisinya cukup parah, korban akhirnya dirujuk ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo.

"Korban mengalami luka parah di tangan dan kaki. Jari tangannya sampai putus. Kami masih menyelidiki kasus ini," kata Kasubbag Humas Polres Situbondo, Iptu H Nanang Priyambodo, Jumat (6/7/2018).


Dari informasi yang dihimpun detikcom menyebutkan, aksi penganiayaan yang dialami Yama terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, Kamis (5/7/2018). Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor sendiri dan bermaksud hendak ke dukun pijat.

Namun sesampainya di tengah jalan, korban mendadak dihadang oleh seorang pria tak dikenal. Begitu korban berhenti, tiba-tiba pelaku langsung kalap dan menyabetkan celuritnya ke arah korban. Korban yang tak menduga akan diserang pun kelabakan dan tak bisa memberikan perlawanan.


Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya, termasuk tiga jari tangannya yang putus. Pelaku juga meninggalkan korban yang terkapar sendirian di tengah jalan.

Korban akhirnya mencoba bangkit sendiri dan berjalan ke masjid terdekat untuk mencari minum. Di situ korban ditemukan warga yang kemudian langsung melarikannya ke Puskesmas terdekat.

Sementara itu, hingga saat ini pelaku masih dalam pengejaran aparat kepolisian. "Pelaku sendiri masih dalam pengejaran. Kita imbau sebaiknya pelaku segera menyerah," tandas Nanang.

Polisi juga tengah menyelidiki motif pembacokan. Namun korban dikabarkan seperti menutup-nutupi pangkal dari aksi pembacokan yang dialaminya. Muncul dugaan aksi pembacokan ini terkait dengan hubungan asmara terlarang korban dengan warga setempat, yang kini kabarnya sedang menjalani proses perceraian dengan suaminya.

"Dugaan motifnya memang asmara. Tapi kepastiannya masih dalam penyelidikan. Menunggu pelakunya ditangkap lebih dulu," tutup Nanang. (lll/lll)
Berita Terkait