detikNews
Kamis 05 Juli 2018, 21:31 WIB

Menperin Tuntut Perusahaan Gas Industri Manfaatkan Era Teknologi

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Menperin Tuntut Perusahaan Gas Industri Manfaatkan Era Teknologi Menperin Airlangga Hartarto (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Di era yang serba canggih saat ini, perusahaan gas industri dituntut untuk terus berakselerasi. Salah satunya adalah menyelaraskan dan memanfaatkan teknologi digital.

"Kita menyiapkan diri untuk menuju era digitalisasi. Kita bicara teknologi dan sumber daya manusia," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat membuka Kongres Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) di Hotel Novotel Samator Surabaya, Kamis (5/7/2018).

Pemanfaatann teknologi, kata Airlangga, sangat diperlukan agar industrialisasi khususnya di Jatim tetap berjalan dan tentunya agar terjadi lebih banyak akselerasi industri di Jatim.


Menurut Airlangga, usaha gas industri ini tak ada matinya. "Industri ini ndak ada matinya, kalau kita bernafas ingat oksigen. Industri ini ada di seluruh Indonesia. Manufaktur kalau ngelas juga perlu gas," tambahnya.

Kongres yang mengusung tema "Mempertahankan Bisnis Gas Industri untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Era Teknologi Digital" ini dihelat guna mencari solusi dalam memberikan kontribusi atau dorongan bagi pertumbuhan industri khususnya gas industri.

Airlangga berharap dengan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dan AGII bisa meningkatkan pula pertumbuhan ekonomi. Karena, perusahaan gas industri ini memiliki peluang yang cukup baik untuk membantu pertumbuhan ekonomi nasional.

"Sehingga tentu ini dengan kerjasama yang baik diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi," imbuhnya.


Di kesempatan yang sama, Steering Committee AGII Arief Harsono mengatakan dalam kurun waktu delapan tahun ini kapasitas pabrik gas industri telah mengalami pertumbuhan yang signifikan sekitar 300%. Namun dirinya menyayangkan peningkatan ini tidak diimbangi dengan pertumbuhan konsumsi oleh industri lainnya.

Dia mencontohkan lesunya industri baja di Indonesia hingga turunnya harga minyak mentah dunia turut mempengaruhi hal ini. Sedangkan untuk menyiasati hal ini, pihaknya menerjunkan tim guna masuk ke daerah-daerah untuk memperkenalkan gas industri.

"Untuk meningkatkan konsumsi kami harus masuk ke daerah-daerah yang belum terjangkau suplai gas industrinya terutama Usaha Kecil Menengah," ungkapnya.

Tak hanya itu, dibentuknya asosiasi ini merupakan wadah bagi para anggota untuk membahas masalah keselamatan hingga menerapkan standar dari masing-masing perusahaan agar memiliki standar internasional.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com