TNI Selidiki Penganiayaan Wartawan Media Online di Jember

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 05 Jul 2018 13:51 WIB
Oryza saat dalam perawatan (Foto: Yakub Mulyono)
Malang - Divisi Infanteri 2 Kostrad turun untuk menyelidiki kasus pengeroyokan yang dialami wartawan media online, Oryza A. Wirawan. Kekerasan terjadi saat Oryza mengambil foto sejumlah pemain Dharaka Sindo yang memprotes wasit dalam pertandingan Persid Jember menjamu Dharaka Sindo di stadion Jember Sport Garden.

"Terkait kejadian pemukulan terhadap rekan Oryza Ardiansyah Wirawan, saat ini kami masih mendalami dugaan adanya keterlibatan oknum anggota," ungkap Kepala Penerangan Divisi 2 Kostrad Mayor Inf Bonny Vidri pada wartawan, Kamis (5/7/2018).

Divisi Infanteri yang bermarkas di Singosari, Kabupaten Malang, ini akan bergerak dengan menerjunkan tim khusus selama proses investigasi. Fokusnya adalah terhadap adanya dugaan keterlibatan anggota TNI dalam kasus penggeroyokan terhadap Oryza.


"Tim investigasi yang terdiri dari Sintel Divif 2 Kostrad, Pom Divif 2 Kostrad, dan kepolisian, bekerja untuk menyelidiki kasus tersebut," sambung Bonny.

Bonny mengatakan Dharaka Sindo bukan merupakan klub sepakbola milik atau mewakili Kostrad. Namun, memang ada sejumlah pemain yang tergabung berstatus anggota TNI.

"Bukan, itu bukan klub sepak bola Kostrad dan tidak mewakili satuan. Namun ada enam orang anggota kami ikut tergabung menjadi pemain Dharaka Sindo," tandas Bonny.


Seorang wartawan media online, Oryza A. Wirawan, dikeroyok suporter dan pemain Dharaka Sindo saat meliput pertandingan Persid Jember vs Dharaka Sindo di stadion Jember Sport Garden. Pengeroyokan terjadi saat Oryza mengambil foto sejumlah pemain Dharaka Sindo yang memprotes wasit.

Dharaka Sindo merupakan hasil merger dua klub sepak bola dari Dharaka milik TNI dan Samudra Indonesia (Sindo). Dharaka Sindo mengikuti Liga 3 PSSI bersama Persid Jember. Dalam pertandingan kemarin sore, Dharaka Sindo vs Persid Jember berakhir 1-1. (iwd/iwd)