detikNews
Kamis 05 Juli 2018, 08:31 WIB

Olahan Kotok Kutuk Pedas Ini Dijamin Bikin Berkeringat, Mau Coba?

Erliana Riady - detikNews
Olahan Kotok Kutuk Pedas Ini Dijamin Bikin Berkeringat, Mau Coba? Olahan kutuk/Foto: Erliana Riady
Blitar - Blitar salah satu kota yang dikenal kaya kuliner. Ini ada satu lagi menu istimewa yang jadi andalan, yakni kotok kutuk. Kutuk adalah sebutan jamak masyarakat Blitar untuk ikan gabus.

Dilihat dari tampilannya, masakan kotok mirip olahan yang dikenal mangut. Kaya rempah, santan kental ditaburi daun kemangi. Seperti masakan khas Blitar pada umumnya, rasa pedas gurih mendominasi. Cabai utuh menghiasi penyajian kotok, membuat yang melihat tergoda akan sensasi pedasnya.

Seperti Warung Mbok Pesek di Jalan Manukwari Kanigoro Kabupaten Blitar, ini. Setiap hari, sebanyak 30 ekor ikan kutuk dimasak kotok. Menu andalan ini selalu habis hanya dalam hitungan 3 jam.

"Banyak yang suka. Ini memang masakan andalan kami. Saya masaknya terbatas 30 ekor, biar cepet habis. Besok masak lagi," kata Sona, cucu Mbok Pesek kepada detikcom, Kamis (5/7/2018).

Proses memasak kotok, sebelum dicampur bumbu, kutuk (ikan gabus) diasapi hingga masak terlebih dulu. Ini agar kandungan Albuminnya tidak hilang.

Harga seporsi kotok kutuk Rp 30 ribu, tergolong mahal. Namun tidak mengurangi minat para pembeli menikmati kelezatan dan khasiatnya untuk kesehatan.

"Tidak semua warung jualan kotok kutuk. Di Blitar setahu saya hanya di sini yang enak. Sebandinglah kalau harganya. Memang enak dan bagus untuk kesehatan. Capek-capek bisa hilang kok," tutur Zaenal, seorang pelanggan asal Wonodadi.

Kotok kutuk, selain sangat lezat juga bermanfaat untuk kesehatan. Jurnal medis menuliskan, ikan gabus (Channa striata) dikenal memiliki jenis kandungan gizi yang lebih tinggi.

Kandungan protein ikan gabus sebesar 25,5%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan kadar protein dari ikan bandeng (20,0%), ikan mas (16,0%), ikan kakap (20,0%), maupun ikan sarden (21,1%).

"Ikan Gabus banyak dikonsumsi karena orang memburu kandungan albuminnya. Albumin ini protein tinggi yang bermanfaat untuk proses penyembuhan dan pengobatan," kata dr Cristine Indrawaty, Kabid Yankes Dinkes Kabupaten Blitar.

Pemberian daging ikan gabus atau ekstrak proteinnya telah dicoba untuk meningkatkan kadar albumin dalam darah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit seperti kanker, stroke, gagal ginjal, diabetes mellitus hingga pengobatan pasca operasi.

Kekurangan albumin dalam tubuh manusia (hypoalbumin), lanjut dia, menyebabkan nutrisi tidak bisa diedarkan dengan baik ke seluruh tubuh. Bagi anak, kekurangan albumin akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan, perkembangan otak yang tidak maksimal, penurunan kekebalan tubuh hingga menyebabkan anak mudah sakit.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com