DetikNews
Rabu 04 Juli 2018, 18:35 WIB

Surabaya Raih Penghargaan Lee Kuan Yew Kategori Special Mentions

Zaenal Effendi - detikNews
Surabaya Raih Penghargaan Lee Kuan Yew Kategori Special Mentions Risma saat sidak saluran (Foto: Zaenal Effendi)
Surabaya - Usai gagal juara di dua gelaran Penghargaan Lee Kuan Yew (2014 dan 2016), Kota Surabaya akhirnya meraih penghargaan tersebut di kategori Special Mentions. Penghargaan rencananya akan diterima Wali Kota Tri Rismaharini pada Senin (9/7/2018).

Para juri menilai Pemkot Surabaya berhasil melestarikan kebudayaan dan menerapkan strategi yang berani dalam menjaga dan membangun area perkampungan.

"Bu Wali selain menerima penghargaan juga menjadi salah satu pembicara di World Cities Summit (WCS) 2018 di Singapura pada 7-9 Juli 2018," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya Muhammad Fikser, Rabu (4/7/2018).

WCS merupakan kegiatan pertemuan eksklusif antar Wali Kota atau pemimpin kota dalam rangka berdiskusi mengenai tantangan perkotaan yang mendesak dan juga berbagi best practices yang diadakan Pemerintah Singapura.

Untuk penghargaan Lee Kuan Yew, Kota Surabaya bersama tiga kota dunia lainnya menerima penghargaan dengan kategori sama. Ketiga kota dunia yang meraih penghargaan dua tahunan itu yakni Hamburg Jerman, Kazan Rusia, dan Tokyo Jepang.


"Artinya, Kota Surabaya sudah sejajar dengan kota-kota lain dunia," ujar Fikser.

Penghargaan Lee Kuan Yew yang diberikan Urban Redevelopment Authority (URA) di Singapura dan Centre for Liveable Cities (CLC), sebenarnya Kota Surabaya sudah dua kali mengikuti ajang penghargaan ini, yaitu pada tahun 2014 dan 2016.

Selain itu, pada acara World Cities Summit (WCS) 2018 itu, Wali Kota Risma akan menjadi pembicara di forum ASEAN Mayors Forum 2018. Dalam forum itu, Risma akan menyampaikan tentang pengalaman Surabaya yang pernah menjadi tuan rumah ASEAN Mayor Forum pada tahun 2011 silam.

Sedangkan pembicara kedua, Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu akan memaparkan tentang upaya pemerintah dalam mempersiapkan diri untuk merangkul inovasi, beradaptasi kepada teknologi-teknologi baru dan mengatasi bisnis-bisnis model baru serta menghadapi tantangan-tantangan baru ke depannya.

Wali Kota Risma mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat mulai dari pengusaha, perguruan tinggi, media dan seluruhnya atas peran sertanya dalam membangun Kota Surabaya. Hal ini yang menjadi kunci keberhasilan Kota Surabaya dalam meraih penghargaan Internasional Special Mention pada Lee Kuan Yew Word City Prize 2018 ini. "Terus terang ini efort dari masyarakat yang terbaik di dunia," kata Risma.


Risma juga mengaku perjuangan Kota Surabaya meraih penghargaan ini tidaklah mudah. Sebab, selama proses penjurian, ia mengaku sulit untuk meyakinkan para juri yang dalam pemikiran para juri dari Jerman dan Cina itu, Kota Surabaya tidak jauh berbeda dengan kota modern yang ada di dunia.

"Modern yang dalam arti sebenarnya transportasi massal yang masih modern dan vertical hosting," ucapnya.

Namun, ia tidak menyerah sampai di situ. Ia kemudian menjelaskan perbedaan Kota Surabaya dengan kota modern lainnya di dunia, salah satu perbedaannya adalah dari sisi budaya, regulasi. Bahkan, para juri pun diajak melihat kampung-kampung di Surabaya beserta penanganan masalah perekonomian dan remaja.

"Setelah saya jelaskan dan diajak melihat kampung Jambangan, Gundih dan kampung produktif daerah Kebraon, di situ lah mereka baru tertarik," pungkas Risma.
(ze/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed