DetikNews
Selasa 03 Juli 2018, 15:11 WIB

Kemenperin Dorong IKM Surabaya Mampu Bersaing

Zaenal Effendi - detikNews
Kemenperin Dorong IKM Surabaya Mampu Bersaing Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kemenperin, Gati Wibawaningsih/Foto: Edzan Raharjo
Surabaya - Kementerian Perindustrian dorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu bersaing di dunia usaha. Dengan menggandeng google, aplikasi serta transportasi online, IKM dikenalkan cara mengemas dan berjualan secara online.

Kini giliran ratusan pelaku IKM dari Kota Surabaya dan Gresik ikuti workshop e-Smart di Hotel Luminor Surabaya selama 2 hari.

"Ini respon pemerintah untuk mengantisipasi perkembangan e-commerce. IKM kita harus update dengan teknologi, untuk itu kami berupaya melakukan edukasi pentingnya teknologi digital, manajemen keuangan yang baik, serta produk yang memenuhi standar agar tidak tertinggal dari pesaing-pesaingnya," kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih di Surabaya, Selasa (3/6/2018).

Untuk memudahkan, pihaknya menggandeng Google dan Go-Jek. Gati mengaku managemen IKM saat ini masih konvensional. "Managemen IKM sekarang masih 'ibu ibu rumah tangga' walau pelakunya laki laki. Kita pantau managemen bisnis supaya tahu managemen keuangannya," ungkapnya.

Bidang IKM paling banyak, lanjut dia, di antaranya, aksesoris handphone dan spare part sepeda motor untuk tingkat penjualan. Di sisi jumlah IKM, paling banyak bidang makanan dan minuman.

Ke depan Kementerian Perindustrian akan membuat sentra market bahan baku untuk memfasilitasi pembelian bagi pelaku IKM. Jangka pendek, pihaknya fokus dibidang tekstil dengan menggandeng pabrik tekstil untuk menyediakan bahan baku.

"Kalau bahan baku IKM kan tidak bisa partai besar dan ini masalah. Kualitas kita bisa lebih bagus tapi harga susah. Kita berencana akan buat material center. Misal kain, akan rangkul pabrik tekstil, pilot project coba industri batik di Semarang. Tujuannya supaya harga bisa bersaing," ungkap Gati.

Potensi pasar e-commerce Indonesia pada tahun 2025 akan mencapai US$ 46 miliar atau sekitar 52% dari potensi pasar e-commerce di Asia Tenggara yang mencapai US$ 88 miliar.

E-Smart IKM merupakan sistem basis data IKM nasional yang tersaji dalam bentuk profil industri, sentra, dan produk yang diintegrasikan dengan marketplace yang telah ada dengan tujuan untuk semakin meningkatkan akses pasar IKM melalui internet marketing.

Program e-Smart IKM diluncurkan pada Januari 2017 dan pada tahun itu telah mendorong 1730 IKM untuk masuk ke dalam pasar online melalui marketplace. Pada tahun 2018, Direktorat Jenderal IKM menargetkan lebih 4000 IKM yang akan direkrut untuk mengikuti program e-Smart IKM melalui Workshop e-Smart IKM.

Provinsi Jawa Timur kata dia, merupakan salah satu lokasi yang potensial dalam pertumbuhan produksi industri manufaktur khususnya mikro dan kecil. Diketahui pertumbuhan produksi pada triwulan I tahun 2018 (year on year) mengalami pertumbuhan sebesar 14,42%. Pertumbuhan produksi pada triwulan I tahun ini lebih tinggi 13,45% poin dibandingkan dengan pertumbuhan produksi pada triwulan yang sama tahun 2017 yang hanya mengalami pertumbuhan sebesar 0,97%.

Nilai pertumbuhan ini jika dibandingkan dengan pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil nasional yang naik sebesar 5,25%, maka pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur pada triwulan I tahun 2018 (y on y) lebih tinggi 9,17% poin.

Beberapa sektor industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur pada triwulan I tahun 2018 (y on y) yang mengalami kenaikan pertumbuhan lebih dari 10 (sepuluh) persen yakni Industri Furnitur 12,18 %, Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki 16,65%, Industri Pakaian Jadi 20,41%, Industri Barang Galian Bukan Logam 23,73%, Industri Kertas dan Barang dari Kertas 27,95%, Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia 38,28%, dan Industri Pencetakan dan Reproduksi Media Rekaman 45,60%.

Tonton juga: 'Ini Dia Layanan Go-Jek Paling Banyak Diminati'

[Gambas:Video 20detik]


(ze/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed