Menlu Belanda Kunjungi Lamongan, Ini Lokasi yang Akan Didatangi

Eko Sujarwo - detikNews
Selasa, 03 Jul 2018 14:29 WIB
Waduk Prijetan yang akan dikunjungi Menlu Belanda (Foto: Eko Sujarwo)
Lamongan - Menteri Luar Negeri Kerajaan Belanda Stephanus Abraham Blok akan berkunjung ke Jawa Timur Rabu (3/7/2018). Lamongan menjadi salah satu tempat yang akan menjadi lokasi kunjungannya ke Indonesia selain beberapa tempat lainnya di Jatim.

Lokasi mana yang akan dikunjungi pria yang biasa disapa Stef ini di Lamongan?

Waduk Prijetan (Pridjetan) adalah lokasi yang akan dikunjungi Stef. Dan tak banyak yang tahu bahwa Lamongan menyimpan peninggalan era kolonial tersebut yang monumental. Bangunan kolonial peninggalan Belanda itu masih digunakan hingga hari ini.

Waduk Prijetan berlokasi di dua kecamatan di Lamongan, tepatnya di Desa Girik, Kecamatan Ngimbang, Desa Tenggerejo dan Desa Mlati, Kecamatan Kedungpring. Waduk yang memiliki 6 anak sungai ini memiliki luas 231 hektar dengan kapasitas awal 12 juta meter kubik.

"Waduk ini dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda 1909 hingga 1917," kata Kepala Seksi Museum Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan Miftah Alamudin kepada wartawan di kantornya, Selasa (3/7/2018).

Dikatakan Alamudin, pengelolaan Waduk Prijetan ini adalah Balai PSDA Bengawan Solo. Sesuai dengan dokumen yang ada di Dinas PU SDA Pemkab Lamongan, terang Udin, Waduk ada 4 nama yang disebut sebagai pelaksana proyek pembangunan waduk, yakni Tuan Birman, Tuan Delos, Tuan Trong, dan Tuan Dliger (Mevr JF A Dligoor).


Makam yang diduga merupakan buyut Menlu BelandaMakam yang diduga merupakan buyut Menlu Belanda Foto: Eko Sujarwo

"Nama terakhir ini diduga adalah buyut dari Menlu Belanda saat ini, Stefanus Abraham Blok, yang besok menurut rencana akan berkunjung ke Waduk Prijetan ini," tutur Udin.

Alamudin mengatakan tepat di dalam areal waduk ini terdapat makam Belanda yang di nisannya tertulis nama Mevr. JF A Dligoor yang lahir pada tahun 1860 dan meninggal pada tahun 1930. Makam itu, menurut Alamudin, berada di sisi barat pintu air waduk sekitar 100 meter.

Hanya saja, ungkap Udin, yang masih menjadi teka-teki adalah warga Belanda yang bernama Dligoor ini adalah seorang lelaki, tapi mengapa makamnya tertulis Mevr yang berarti perempuan.

"Jadi ketika waduk sudah beroperasi, Dligoor masih tinggal di sana hingga meninggal dunia," terang Alamudin yang menyebut kalau lokasi makam Dligoor ini kini digunakan sebagai lokasi sedekah bumi untuk menghormati jasa pendahulu yang telah membangun waduk.

Mengenai makam lainnya, lanjut Alamudin, dari penuturan warga sekitar waduk memang dulunya ada makam lain, hanya saja tidak diketahui oleh lagi keberadaannya. Apakah akan menjadikan Waduk Prijetan sebagai situs purbakala? Udin mengaku masih menunggu kajian karena kawasan waduk Prijetan dalam wewenang BBWS Bengawan Solo.

"Jadi Dligoor inilah yang diduga merupakan buyut dari Menlu Belanda yang akan berkunjung ke Lamongan besok," tandas Alamudin. (iwd/iwd)