DetikNews
Senin 02 Juli 2018, 15:35 WIB

Ricuh Warga di Malang, Kapolda Jatim Minta Tidak Didramatisir

Muhammad Aminudin - detikNews
Ricuh Warga di Malang, Kapolda Jatim Minta Tidak Didramatisir Kawasan MT Haryono Malang/Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Kapolda Jatim Irjen Pol Mahfud Arifin menilai ada kesalahan dalam penyampaian aspirasi, hingga berujung ricuh atau bentrok antara warga dengan pemuda asal Papua di Kota Malang.

Kapolda berharap, persoalan yang sudah diatasi ini mendapat dukungan dari semua pihak, khususnya media massa.

"Oh, yang tadi malam. Malang Kota itu. Sudah bisa diatasi, ada pelanggaran aturan dalam penyampaian aspirasi," ungkap Mahfud kepada wartawan di Mapolres Batu, Senin (2/7/2018).

Kapolda sangat berharap, persoalan yang terjadi di Jalan MT Haryono tidak didramatisir, sehingga memicu persoalan baru atau justru tambah memperuncing hubungan antara masyarakat yang tinggal di Kota Malang. "Saya minta (media) jangan ditambah-tambahi ya," tandasnya.

Menurut dia, kasus yang terjadi mampu ditangani dengan cepat. Berbeda dengan wilayah atau daerah lain yang melibatkan kelompok masyarakat Indonesia bagian timur dengan jumlah cukup besar.

Lokasi bentrok warga dan mahasiswa/Lokasi bentrok warga dan mahasiswa/ Foto: Muhammad Aminudin

"Masih parah dibandingkan daerah lain. Seperti Yogyakarta, dengan jumlah orangnya cukup banyak," beber kapolda.

Dia menambahkan, kericuhan yang sempat terjadi tak sampai menimbulkan jatuhnya korban. Para mahasiswa tersebut, dengan sendirinya berjalan kaki menuju Polres Malang Kota.

"Tidak ada yang membahayakan, tidak ada yang luka atau lecet. Biasa saja, mereka jalan sendiri ke polres," sambung Mahfud.

Pihaknya meminta para mahasiswa yang datang ke Jawa Timur, khususnya Kota Malang menjalankan aktivitas sesuai niat awal, yakni menimba ilmu. "Sebenarnya mereka datang untuk kuliah, ya itu yang harus dilakukan," tegasnya.

Kericuhan antara warga di Jalan MT Haryono, Lowokwaru, Kota Malang, pecah. Warga setempat ricuh dengan pemuda yang diduga berasal dari Papua. Seorang warga yang tinggal berdekatan dengan rumah tersebut mengatakan, sebelum peristiwa terjadi, pengurus RT dan RW datang untuk menanyakan masa kontrak rumah yang telah habis.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed