DetikNews
Senin 02 Juli 2018, 14:09 WIB

Warga dan Mahasiswa Papua Sempat Ricuh, Polisi: Ada Miss Komunikasi

Muhammad Aminudin - detikNews
Warga dan Mahasiswa Papua Sempat Ricuh, Polisi: Ada Miss Komunikasi Foto: Kericuhan antarwarga pecah di Malang (Muhammad Aminudin/detikcom)
Malang - Kericuhan pecah antar warga dengan pemuda berstatus mahasiswa asal Papua di Jalan MT Haryono, Lowokwaru, Kota Malang. Polisi menyebut, keributan terjadi karena ada miss komunikasi.

"Ada miss komunikasi, sampai terjadi kericuhan. Namun, tidak lama situasi bisa kami kendalikan. Nanti siang, kami memfasilitasi (mediasi), antara mahasiswa asal Papua itu dengan warga, Pemkot, DPRD, dan semua elemen masyarakat di Kota Malang," jelas Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri kepada detikcom, Senin (2/7/2018).

Dijelaskan kapolres, pada awalnya warga mendatangi sebuah rumah kontrakan yang selama ini dihuni mahasiswa asal Papua. Kedatangan warga ingin menanyakan masa kontrakan yang telah habis.


"Di samping itu, warga juga ingin memastikan adanya kabar tentang gerakan Papua merdeka dengan pemutaran sebuah film di rumah tersebut. Pemutaran film untuk memperingati kemerdekaan Papua, selain warga ingin menanyakan masa kontrakan yang telah habis," jelas kapolresta.

Adu mulut tak terhindarkan, saat kedua belah pihak saling bersikukuh. Sampai keributan pecah dan melebar ke jalanan. Pada saat itu, warga menginginkan para mahasiswa meninggalkan rumah kontrakan di RT03/RW04 Jalan MT Haryono gang VIII, Lowokwaru, Kota Malang, tersebut.

"Iya karena mereka (mahasiswa Papua) itu melawan dan menolak. Warga emosi dan menginginkan mereka pergi meninggalkan lokasi. Sampai kemudian terjadi keributan," bebernya.

Pihaknya tengah menyelidiki tentang adanya gerakan atau pemutaran film Papua merdeka oleh para mahasiswa. Hingga kini, penyelidikan masih berjalan.

"Dari keterangan para mahasiswa yang datang ke Polres. Mereka mengaku hanya berdiskusi, undangan sebelumnya disebar melalui media sosial. Pertemuan memang diagendakan pada hari tersebut," ungkapnya.


Ditambahkan, para mahasiswa asal Papua ini menolak dan membantah akan melakukan makar. Mereka mengaku ingin menyalurkan aspirasi sebagai warga negara. "Ngotot, alasannya hanya menyalurkan aspirasi. Kami juga sampaikan jika memang demikian, semua ada aturannya dalam mengutarakan pendapat. Jadi semua hanya miss komunikasi saja," tegasnya.

Agar gejolak antarwarga dengan para mahasiswa tak berlanjut, polisi menggelar pertemuan dengan semua pihak siang nanti.

Kericuhan antar warga di Jalan MT Haryono, Lowokwaru, Kota Malang, pecah. Warga setempat ricuh dengan pemuda yang diduga berasal dari Papua. Deni Prasetyo (32), seorang warga yang tinggal berdekatan dengan rumah tersebut, mengatakan, sebelum peristiwa terjadi, pengurus RT dan RW datang untuk menanyakan masa kontrak rumah yang telah habis.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed