DetikNews
Sabtu 23 Juni 2018, 15:55 WIB

Pilwali Madiun 2018

15% Warga Kota Madiun Mau Nyoblos Asal Ada Uang Jalan

Sugeng Harianto - detikNews
15% Warga Kota Madiun Mau Nyoblos Asal Ada Uang Jalan Foto: Sugeng Harianto
Madiun - Lembaga survei ini menemukan salah satu penyebab keengganan warga Kota Madiun berangkat ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Penyebabnya adalah warga Kota Madiun masih menganggap pentingnya uang transportasi untuk menuju TPS.

"Kami temukan ada pemilih di kota Madiun yang tidak akan mau menyoblos kalau tidak diberi uang saku untuk datang ke TPS. Mereka masih menganggap penting uang jalan itu. Dan temuan kita ada 15% dari responden," ujar Direktur Utama Lembaga Survei Proximity Whima Edy Nugroho kepada wartawan Sabtu (23/6/2018).

Survei ini, kata Edy, melibatkan 2.500 responden yang tersebar di 27 kelurahan se-Kota Madiun. Jumlah responden paling banyak yaitu perempuan 51,7% dan laki-laki 48,3%. Survei menggunakan metode Multistage Random Sampling dan memiliki toleransi kesalahan atau margin error 1,96%.


"Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95%. Untuk responden berasal dari tiga kecamatan di Kota Madiun yang terdistribusi secara proporsional di setiap kelurahan. Sehingga setiap kelurahan terwakili," katanya.

Dikatakan Edy, lembaga surveinya mencatat ada dua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun paling banyak di minati warga yakni paslon nomor satu dan paslon nomor dua.

"Lembaga survei kami menyebut pilkada ini akan menjadi ajang pertarungan dua paslon tersebut (nomor 1 dan 2). Kalau melihat data yang lebih rinci di tiga kecamatan di Kota Madiun, terlihat adanya kejar-kejaran suara antara paslon satu dan paslon dua. Sedangkan untuk paslon tiga suaranya konsisten buncit di tiga kecamatan dan jumlahnya tidak lebih dari 13%," katanya.

Dikatakan Edy, data tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan Proximity untuk Pilkada Kota Madiun 2018 dalam waktu survei 30 Mei-11 Juni 2018. Di Pilkada Kota Madiun 2018 ada tiga paslon kandidat yang akan bertarung.

Tiga paslon itu adalah paslon nomor 1 Maidi-Inda Raya yang diusung PDI-P, Partai Demokrat, PKB, PAN, dan PPP. Paslon nomor urut 2 Haryadin Mahardika-Arief Rahman, paslon ini merupakan paslon independen. Sedangkan paslon nomor urut 3 Yusuf Rohana-Bambang Wahyudi yang diusung Partai Golkar, PKS, dan Partai Gerindra.


Edy mengatakan hasil survei ini menyebutkan paslon yang paling banyak dipilih masyarakat yaitu paslon nomor urut 1 dengan 38,5%. Sedangkan paslon nomor dua dengan suara 35,3%, dan palson nomor urut tiga 11,1%.

Edy menambahkan di Kecamatan Manguharjo paslon satu mendapatkan suara 43,1%, paslon dua 31,3%, dan paslon tiga 12,8%. Kecamatan Kartoharjo, paslon satu mendapat 33,6%, paslon dua 29,2%, dan paslon tiga 12,7%. Kecamatan Taman, paslon satu 38,5%, paslon dua 40,9%, dan paslon tiga 9,3%.

Mengenai hasil survei paslon tiga yang diusung tiga partai politik, kata Edy, hasil survei menunjukkan suara paslon tiga paling rendah dibandingkan suara dua rivalnya. Menurut dia, paslon tiga akan berat untuk mengejar suara dari dua paslon lainnya.

Dari tiga calon wali kota, kata dia, Maidi merupakan calon dengan popularitas yang paling tinggi dengan angka 97,2% disusul Mahardika 91,2% dan terakhir Yusuf Rohana 80,5%. Sedangkan untuk calon wakil wali kota yang paling popular yaitu Inda Raya dengan angka 63,9%, Arief Rahman 49%, dan 39% untuk Bambang Wahyudi.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed