DetikNews
Sabtu 23 Juni 2018, 15:45 WIB

Korban Banjir Bandang di Banyuwangi Krisis Air Bersih

Ardian Fanani - detikNews
Korban Banjir Bandang di Banyuwangi Krisis Air Bersih Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Banjir bandang terjadi di tiga sungai di Banyuwangi. Tiga sungai yang masuk wilayah Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, ini menimbulkan dampak besar terhadap warga. Salah satunya warga kehabisan air bersih. Apalagi tandon air dan pipa hancur diterjang banjir.

Ratusan warga mengaku kesulitan mendapatkan air bersih. Pemerintah desa setempat pun minta pasokan air bersih dari PDAM Banyuwangi. "Hari ini kita dipasok 4.000 liter dari PDAM Banyuwangi," kata Kades Sumberarum, Ali Nurfatoni kepada detikcom, Sabtu (23/6/2018).

Dia mengatakan, dampak banjir membuat tiga dusun kekurangan air bersih. Itu lantaran tandon air dan pipa rusak berat diterjang banjir bandang. "Satu Dusun Sumberasih, sudah kita perbaiki bersama dengan masyarakat, pipa yang hilang dan rusak diganti," terangnya.


Untuk saat ini, jelas dia, warga yang tinggal di Dusun Sumberasih sudah bisa menikmati air bersih meski debit air berkurang. "Untuk Dusun Pasar dan Krajan, membutuhkan pasokan air bersih," jelasnya.

Sebab, satu tandon air bersih yang hancur membutuhkan perbaikan dalam durasi yang cukup lama. Apalagi, curah hujan terus berlangsung. "Maksimal 2 bulan bisa kembali normal," paparnya.

Dan hari ini, papar dia, pihak pemerintah bekerjasama dengan Muspika Kecamatan Songgon berkoordinasi berkaitan dengan pasokan air bersih. "Sore ini akan dikirim lagi. Karena ini sifatnya darurat tidak bisa ditunda lagi," ulasnya.


Selain itu, pemerintah Desa Sumberarum juga mendapatkan pasokan air bersih dari RSUD Blambangan Banyuwangi. Ada dua tangki yang akan dikirim ke Sumberarum. "Pak dokter Taufik (Dirut RSUD Blambangan) sudah komunikasi, hari ini mau dikirim dua unit tangki," paparnya.

Untuk pasokan pertama, kata dia, pendistribusian air bersih untuk warga Dusun Krajan. Sedangkan, untuk Dusun Pasar menunggu giliran. "Untuk kebutuhan Krajan juga kurang. Yang terpenting adalah bagaimana semua masyarakat nanti mendapatkan jatah air bersih," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed