DetikNews
Sabtu 23 Juni 2018, 14:45 WIB

Berebut Jadi 'Imam' di Pilgub Jatim, Ini Keprihatinan Kiai Sepuh NU

Zaenal Effendi - detikNews
Berebut Jadi Imam di Pilgub Jatim, Ini Keprihatinan Kiai Sepuh NU Halalbihalal dan deklarasi dukungan Gus Ipul-Puti di Grand City/Foto: Zaenal Effendi
Surabaya - Majunya dua kader NU, Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim membuat Wakil Rois Am PBNU KH Miftahul Akhyar, prihatin.

"Ini para kiai sepuh ada keprihatinan yang tinggi. Bahkan saya mau turun kesini bersama panjenengan sedoyo mengungkapkan rasa keprihatinan itu terutama di lingkungan NU yang belum pernah terjadi khususnya di Jatim. Rebutan kedudukan, royokan jabatan sampe-sampe sing siji wes duwe kedudukan diculno perlu gelut karo dulure dewe (Sampai-sampai yang satu sudah punya kedudukan, dilepas demi bertarung dengan saudaranya)," kata KH Miftahul Achyar di acara Halalbihalal dan deklarasi dukungan Gus Ipul-Puti dari Keluarga Besar Nahdliyin, Penggerak Lingkungan dan Ekonomi di Convention Hall Grand City Surabaya, Sabtu (23/6/2018).

Menurutnya, cagub nomor 2 Gus Ipul sudah disiapkan para kiai sejak 10 tahun lalu untuk menjaga kebatinan di Jatim.

"Gus Ipul 10 tahun lalu sudah dipersiapkan oleh para masyayikh (Kiai) untuk menjaga suasana kebatinan dimiliki Jatim. Mestine liane rumongso ngertiyo, urong direstui lembaga resmi NU. Sing liyane urong izin, urong pamit, mbok ngertiyo. Ora usah ngejak gelut dukure dewe terus didelok wong akeh (Harusnya yang lain merasa mengerti, belum direstui lembaga resmi NU. Yang lain belum izin, belum pamit, cobalah mengerti. Tidak perlu mengajak bertengkar saudaranya sendiri lalu dilihat orang banyak)," tegasnya.

Pria yang juga pimpinan Ponpes Miftachussunah Surabaya ini mengungkapkan di hadapan 6 ribu peserta halalbihalal keluarga besar Nahdliyin, penggerak lingkungan dan ekonomi serta deklarasi, bahwa di dalam NU tidak ada yang berebut jadi imam. Tapi di dalam Pilgub Jatim, saat sedang terjadi.

"Di NU model rebutan jadi imam tidak ada, justru mendorong, sampean saja. Istilah sesama bus kota, tidak boleh saling mendahului. Lah kok ini (PIlgub Jatim) malah ngejak gelut dulure dewe (Justru mengajak bertarung saudaranya sendiri)," tegas Kiai Miftahul Akhyar.
(ze/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed