DetikNews
Sabtu 23 Juni 2018, 14:36 WIB

Mendekati Masa Tenang Kampanye Pilkada, Ini Pesan Gubernur Jatim

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Mendekati Masa Tenang Kampanye Pilkada, Ini Pesan Gubernur Jatim Foto: Hilda Meilisa Rinanda/File
Surabaya - Mendekati masa tenang kampanye Pilkada Serentak di Jawa Timur, Gubernur Jatim Soekarwo berpesan kepada masyarakat untuk lebih dewasa dalam berpolitik.

Ia juga menekankan jika ada pelanggaran yang terjadi selama masa itu, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Kepada masyarakat Jawa Timur yang sudah dewasa memahami politik, saya mengucapkan terima kasih. Tetapi juga kami berharap agar sejak hari ini sampai tanggal 27, nanti akan diserahkan sepenuhnya kalau ada permasalahan dengan hukum," ujar Pakdhe Karwo, sapaan akrabnya, usai acara serah terima PJS dengan wali kota beberapa daerah Jatim di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Sabtu (23/6/2018).


Dalam kesempatan yang sama, Pakdhe Karwo juga mengingatkan untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar lebih berhati-hati dan bijak dalam bersosial media. Sebab ASN yang diketahui terlibat dalam kampanye akan ditindak tegas.

"Ada imbauan selfie pakai media sosial yang mengandung muatan politis bisa dikenakan penalti. Jawa Timur kan sudah memberikan 2 peringatan, dari yang diketahui di media sosial," tambah Pakdhe.


Menariknya, Pakdhe Karwo mengungkapkan bahwa di hari pencoblosan, akan ada 150 delegasi dari 24 negara yang akan menyaksikan pesta demokrasi di Jatim tersebut. Hal ini karena Jatim dinilai sebagai daerah yang kaya akan kulturnya.

"Ini pertama tentang kekayaan kulturalnya jadi tidak homogen seperti di Jawa Tengah misalkan," katanya.

Masyarakat Jatim dianggap memiliki keberagaman kultur yang luar biasa, seperti Mataraman, Arek, Tapal Kuda, Madura hingga Osing. Hal ini dianggap berdampak pada persepsi pemilih terhadap para paslon.

"Di Jatim kan ada kultur Mataraman, kultur Arek, Madura, Osing. Apakah itu kultur-kultur mempengaruhi persepsi politik di dalam pelaksanaan Pilkada? Itu menjadi menarik karena semua kajian politik itu termasuk peraturan itu bisa dilaksanakan dengan baik kalau kemudian demokrasinya berjalan baik lewat kultur," terangnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed