13 ASN Pemkot Surabaya Bolos Hari Pertama Kerja

Zaenal Effendi - detikNews
Jumat, 22 Jun 2018 13:56 WIB
Foto: Humas Pemkot Surabaya
Surabaya - 13 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Surabaya tercatat bolos kerja. Mereka tercatat bolos sebelum libur panjang dan hari pertama masuk kerja.

ASN Pemkot Surabaya yang bolos sehari sebelum cuti dan libur lebaran berasal dari beberapa dinas. Di antaranya, Dinas Pariwisata, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Sosial dan Kecamatan Mulyorejo serta Puskesmas Dr Soetomo.

Sedangkan pegawai pemkot yang bolos pada hari pertama kerja, Kamis (21/6) di antaranya Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau, Dinas Pariwisata, Kelurahan Tambaksari, Dinas Sosial dan Kecamatan Bulak.

"Iya benar (ada 13). Setelah kita rekap, kita serahkan ke Inspektorat untuk ditindaklanjuti," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Mia Shanti Dewi dalam pesan singkatnya, Jumat (22/6/2018).

Kepala Inspektorat Kota Surabaya Sigit Sugiharsono mengiyakan pihaknya sedang mengkroscek belasan ASN yang bolos.

"Sudah kami kirim surat ke masing-masing OPD di mana mereka bekerja. Kami tanyakan alasan ke 13 personel ASN bolos dengan tembusan ke bu wali," kata Sigit saat dihubungi.

Surat yang dikirimkan, kata Sigit, bertujuan sebagai dasar sanksi yang akan diambil pihaknya atas tindakan dugaan indisipliner ASN.

"Sanksi akan kita ambil setelah ada surat balasan dari masing-masing OPD ASN tempat bekerja, setelah itu baru kita ambil tindakan sesuai dengan tingkat kesalahan," tegas Sigit.

Ia mengungkapkan beberapa alasan yang masih bisa ditoleransi misalnya memang sakit sehingga tak bisa bekerja. "Kalaupun sakit harus ada surat dokternya dan kita klarifikasi dokter maupun instansi (RS) yang mengeluarkan surat izin," ungkap dia.

Jika terbukti sengaja bolos kerja tanpa alasan jelas, Pemkot Surabaya telah menyiapkan sanksi. Sanksi itu mulai ringat, sedang hingga berat tergantung tingkat kesalahannya.

"Sesuai sanksi itu sesuai PP 53 Tahun 2010. Jadi tidak bisa sembarangan diberikan sanksi. Sanksi terberat bisa dengan penundaan pangkat selama setahun," pungkas Sigit. (ze/fat)