DetikNews
Kamis 21 Juni 2018, 21:26 WIB

Pertamina Beri Sanksi Pangkalan yang Naikan Harga Elpiji 3 Kg

Ainur Rofiq - detikNews
Pertamina Beri Sanksi Pangkalan yang Naikan Harga Elpiji 3 Kg Foto: Ainur Rofiq
Bojonegoro - Warga Bojonegoro sempat mengeluhkan sulit dan tingginya harga elpiji 3 kg saat libur lebaran. Mengantisipasi hal itu, Pertamina dan Dinas Perdagangan pun melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga.

Tidak tanggung-tanggung. Pertamina MOR V bersama institusi gabungan hari ini menindak dua pangkalan yang kedapatan nakal menaikan harga jual elipiji. Elpiji subsidi yang semestinya HET Rp 16 ribu, dijual dengan harga Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu. Dua Pangkalan itu berada di jalan WR Supratman Kota Bojonegoro dan di Desa Ngumpak Ndalem, Kecamatan Dander. Kedua pangkalan itu langsung diberikan tindakan tegas berupa surat peringatan.

"Kita tadi lakukan pantauan di pangkalan dan kita dapati ada dua untuk sementara yang nakal karena naikkan harga jual dari HET, dijual RP 18 ribu hingga RP 20 ribu pertabung," tegas Kepala Disperindag Bojonegoro, Agus Hariana kepada detikcom, Kamis (21/6/2018).


Officer Communication Pertamina MOR V Jatimbalinus Eddie Mangun yang ikut memantau operasi pasar juga menegaskan, jika selama 6 bulan di tahun 2018 ini, pihaknya telah memberhentikan 25 pangkalan nakal yang berada di Bojonegoro.

"Selama tahun 2018 ini kita telah PHU (pemutusan hubungan usaha) pangkalan nakal di Bojonegoro. Ini kita lakukan karena apa yang dilakukan oknum pangakalan maupun agen yang nakal berdampak langsung kepada saudara-saudara kita yang punya hak menggunakan elpiji subsidi," ujar Eddie Mangun.

Untuk perasi pasar hari ini, Pertamina MOR V dan Disperindag Bojonegoro hmendatangi tiga tempat pangkalan elpiji yakni, rest area Jalan rajekwesi, Kantor Disperindag Kalirejo dan di jalan Veteran.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed