DetikNews
Kamis 21 Juni 2018, 21:13 WIB

Disita Polisi, 30 Balon Udara Gagal Diterbangkan di Trenggalek

Adhar Muttaqin - detikNews
Disita Polisi, 30 Balon Udara Gagal Diterbangkan di Trenggalek Foto: Istimewa
Trenggalek - Jajaran Polres Trenggalek mengamankan 30 balon udara yang rencananya akan diterbangkan dalam perayaan Lebaran Ketupat. Penyitaan dilakukan untuk mengantisipasi dampak buruk yang ditimbulkan.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo mengatakan puluhan balon udara plastik tersebut diamankan dari sejumlah desa di empat kecamatan, yaitu Karangan, Durenan, Bendungan dan Trenggalek. Balon terbanyak diamankan dari Karangan dengan jumlah mencapai 17 unit.

"Balon-balon ini terbuat dari plastik dan cara menerbangkannya menggunakan api, sehingga sangat berbahaya apabila jatuh. Bisa memicu terjadinya kebakaran maupun mengganggu jaringan distribusi PLN," kata Didit kepada wartawan, Kamis (21/6/2018).


Selain itu, saat diterbangkan, balon udara seperti ini tidak dikenalkan ketinggiannya, sehingga rawan mengganggu penerbangan, mengingat balon tersebut bisa mencapai ketinggian lebih dari 30 ribu kaki atau berada di jalur pesawat terbang.

Didit menambahkan, sebelum dilakukan penyitaan, jajarannya telah berulang kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan aturan terkait penerbangan balon udara. Imbauan disampaikan secara langsung ke masyarakat maupun melalui media sosial.

"Tapi ternyata masih banyak warga yang tetap membuat, sehingga terpaksa kami amankan," tuturnya.


Trenggalek merupakan salah satu daerah yang menjadikan balon udara sebagai salah satu tradisi dalam menyambut lebaran ketupat yang jatuh pada H+7 Idul Fitri. Jumlah balon udara yang diterbangkan biasanya mencapai ratusan dan tersebar secara sporadis di berbagai kecamatan.

Padahal tradisi ini juga sudah tercatat beberapa kali mengakibatkan hal buruk, mulai dari kebakaran hutan dan ladang tebu hingga mengakibatkan gangguan pasokan listrik, karena balon udara jatuh dan terbakar di atas kabel PLN.


Sementara itu, Wakil Administratur Perhutani Kediri Selatan, Andy Iswindarto mendukung upaya penertiban balon udara tersebut, mengingat wilayah Trenggalek sebagian besar adalah hutan dan rawan terbakar.

"Kemarin itu sempat ada yang jatuh di kawasan hutan di Jaas. Tim kami langung ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Dari identifikasi ternyat ada tulisannya Ponorogo, artinya balon ini bisa lintas kabupaten, kan bahaya kalau begini," timpalnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed