Penyaluran Elpiji 'Melon' untuk Bojonegoro Melebihi Jatah Normal

Ainur Rofiq - detikNews
Rabu, 20 Jun 2018 21:01 WIB
Foto: Akrom Hazami/detikcom
Bojonegoro - Elpiji 3 kg di Bojonegoro dikabarkan mengalami kelangkaan. Menanggapi hal ini, Pertamina menegaskan jika alokasi penyaluran elpiji subsidi untuk Kabupaten Bojonegoro telah melebihi jatah normal.

Hal ini dikemukakan Rifky Rakhman Yusuf, Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V Jatimbalinus. Menurutnya, alokasi penyaluran elpiji 3 kg untuk Kabupaten Bojonegoro pada bulan Juni 2018 mencapai 320 persen dari jatah alokasi normal.

Untuk mengatasi kekosongan stok yang terjadi, Pertamina juga telah menambah jumlah penyaluran elpiji 3 kg.


"Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Bojonegoro, Pertamina telah menambah jumlah total penyaluran sebanyak 99.120 Tabung atau setara dengan 320% dari alokasi normal selama bulan Juni 2018 ini," papar Rifky dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (20/6/2018).

Rifky mencontohkan, bila alokasi harian normal untuk kabupaten Bojonegoro sebasar 31.652 tabung dan untuk tanggal 19 Juni 2018, maka Pertamina menyalurkan sebanyak 32.840 tabung setara dengan 104% penyaluran normal, sedangkan realisasi yang terserap di masyarakat dan terjual di tingkat pangkalan adalah 31.720 tabung, yang artinya stock di pangkalan masih tersisa 1.120 tabung.


Di sisi lain, Pertamina juga berjanji akan bersikap tegas pada oknum di pangkalan yang nakal karena menjual elpiji 3 kg di atas HET, yaitu dengan pemberian sangsi.

"Pangkalan diawasi oleh kita untuk stok dan penyaluran dan jika mereka melanggar SK gubernur dia kami sanksi juga" tegasnya. (lll/lll)