DetikNews
Rabu 20 Juni 2018, 20:47 WIB

Risma Akui Gaya Kepemimpinannya Terinspirasi Ajaran Bung Karno

Zaenal Effendi - detikNews
Risma Akui Gaya Kepemimpinannya Terinspirasi Ajaran Bung Karno Foto: Zaenal Effendi
Blitar - Wali Kota Tri Rismaharini mengakui kepemimpinannya terinspirasi oleh ajaran-ajaran Bung Karno. Salah satunya adalah bekerja untuk rakyat.

"Ini bukan mengkultuskan, tetapi banyak hal yang bisa dipetik dari ajaran beliau (Bung Karno), ini sangat menginspirasi saya, makanya saat di Unicef saya mengatakan berilah aku sepuluh pemuda maka akan saya guncang dunia, banyak orang menganggap ini sepele, padahal maknanya sangat tinggi," kata Risma usai mengikuti acara Haul Bung Karno di komplek Makam Bung Karno di Blitar, Rabu (20/6/2018).

Ajaran Bung Karno juga mengajarkan habluminallah (hubungan manusia dengan Allah) dan habluminannas (hubungan manusia dengan manusia) yang tidak bisa dipisahkan. Menurutnya, habluminannas itu digunakan untuk mencapai kesempurnaan manusia bisa berkomunikasi dan beribadah kepada Tuhannya yakni habluminallah.


"Soal kemimpinan itu seperti itu. Kekuatan itu tumbuh bukan karena pribadi tetapi harus digalang bersama-sama, yang bagus katakan bagus, begitu juga sebaliknya, untuk itu saya juga siap dikritik," ungkapnya.

Demikian juga dengan Surabaya, lanjut Risma, sampai bisa mendapatkan banyak penghargaan itu karena semua komponen mendukung termasuk pengusahanya yang juga mengerti, mana yang boleh dan tidak, jadi hubungannya tidak rumit.

"Inilah yang akan dikopi oleh Gus Ipul dan Mbak Puti dalam pemberdayaan ekonomi untuk Jatim," tambahnya.


Ditanya soal program sekolah gratis yang selama dijadikan jargon kampanyenya untuk Gus Ipul-Puti, Wali Kota perempuan pertama dengan segudang penghargaan ini mengatakan jika sekolah gratis dari SD, SMP hingga SMA/SMK itu merupakan hak anak-anak.

"Ini sudah kami perjuangkan sejak dulu, makanya Gus Ipul-Puti juga seperti itu, jadi saya berjuang saat ini tidak muluk-muluk, ya soal sekolah itu terutama SMA/SMK, karena kalau hanya lulus SD dan SMP itu tidak ada gunannya, maka harus diakui haknya anak-anak yaitu pendidikan SMA/SMK gratis itu," pungkasnya.
(ze/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed