DetikNews
Rabu 20 Juni 2018, 19:50 WIB

Di Haul BK, Mega Minta Rakyat Jatim Menangkan Cucu Bung Karno

Erliana Riady - detikNews
Di Haul BK, Mega Minta Rakyat Jatim Menangkan Cucu Bung Karno Foto: Istimewa
Blitar - Megawati Soekarno Putri hadir dalam Haul Bung Karno ke 48 di Kota Blitar. Dalam sambutannya, Ketua Umum PDIP itu bercerita tentang sejarah perjuangan Soekarno selama masa penjajahan sampai masa kemerdekaan.

Dari awal menyampaikan cerita sampai berakhirnya sambutan, tak henti Mega menyeka air mata yang terus menetes tiada henti. Dengan penuh duka, Mega menceritakan bagaimana seorang Soekarno kemudian mendapat perlakuan tidak seperti seorang pendiri bangsa saat era orde baru.

Bahkan saat ajal menjemput Sang Proklamator itu, keluarga besarnya harus mengikhlaskan jenasah Soekarno dimakamkan jauh dari mereka.

"Pada saat itu masa pemerintahan masih seperti itu. Jadi keluarga besar mengikhlaskan Bapak dimakamkan disini. Tapi begitu saya melihat jutaan masyarakat setiap saat mendoakan Bapak disini, saya berucap syukur tiada terkira. Karena saya yakin rakyat memang mencintai Bung Karno," kata Mega dalam sambutannya,Rabu (20/6/2018).

Mega juga menyampaikan Haul ini bukan untuk mengkultus individukan Bung Karno. Karena Bung Karno sendiri berpesan jangan mengkultus individukan beliau.

"Sebagai seorang muslim, jangan aku dikultus individukan. Tetapi yang kita kenang dari beliau adalah dedikasinya pada Tuhan, bangsa dan negara," tuturnya.

Dalam ingatan Mega terkait hubungan Soekarno dengan para ulama, hanya uk

Dalam masa sulit itu, Megawati mengingat hanya NU yang tak pernah melepas gelar yang disematkan pada nama besar Bung Karno

"Ini yang akan saya ingat seumur hidup. Tidak pernah gelar ini dicabut Nahdatul Ulama. Yaitu gelar waliyul amri atdauri bi autsaukah. Artinya pemimpin pemerintahan di masa darurat yang kebijakan-kebijakannya mengikat secara sah umat Islam dan Bangsa Indonesia," tutur Mega.

Keputusan itu disahkan dalam Muktamar Nahdatul Ulama tahun 1954 di Surabaya, Jawa Timur. Megawati juga mengaku sangat bangga dengan ketegasan sikal Nahdatul Ulama bahwa Pancasila dan NKRI adalah final.

"Tidak ada siapapun di negara ini yang dapat menggantikannya," tegasnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Mega menyampaikan terima kasihnya kepada semua yang hadir bergabung dengan keluarga Bung Karno. Mega juga sempat meminta kepada warga jawa Timur untuk mendukung cucu Bung Karno dalam Pilgub Jatim 27 Juni mendatang.

"Ini bukan kampanye, tapi saya bilang pada ayah saya. Belum pernah kami keluarga Bung Karno. Karena kami melihat, kami tidak mau dikalahkan. Oleh sebab itu saya minta izin pada beliau, kali ini bapak saya terjunkan salah satu cucu kamu, Puti Guntur Soekarno. Saya minta pada rakyat Jawa Timur untuk menghargai seorang Bung Karno dengan memenangkan salah satu cucunya bagi Jawa Timur," kata Mega yang disambut aplaus semua yang hadir.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed