DetikNews
Rabu 20 Juni 2018, 19:36 WIB

Pilbup Probolinggo 2018

Paslon Pilbup Probolinggo Ini Pastikan Tak Hadiri Debat Kedua

M Rofiq - detikNews
Paslon Pilbup Probolinggo Ini Pastikan Tak Hadiri Debat Kedua Koalisi partai pengusung paslon Hati menolak hadir dalam debat publik kedua. (Foto: M Rofiq)
Probolinggo - Debat publik kedua dalam gelaran Pilbup Probolinggo 2018 sebentar lagi akan digelar. Namun salah satu paslon memastikan tidak akan menghadiri acara tersebut karena diselenggarakan di luar Kabupaten Probolinggo.

Paslon yang dimaksud adalah Puput Tantrianasari-Ahmad Timbul Prihanjoko (HATI). Tak hanya paslon, seluruh partai pengusung paslon ini juga menolak untuk hadir dalam debat tersebut, di antaranya Golkar, PPP, PDIP, Nasdem dan Hanura.

Mereka beralasan ini karena debat akan diselenggarakan oleh KPUD Kabupaten Probolinggo di salah satu stasiun televisi di Surabaya pada hari Jumat (22/6/2018) mendatang.


"Hati tidak menghadiri debat publik di Surabaya karena bukan wilayah teritorial Kabupaten Probolinggo," kata Tim Penasehat HATI Hasan Aminuddin kepada sejumlah wartawan saat jumpa pers di Hasan Center Jalan Raya Dringu, Rabu (20/6/2018).

Bahkan tidak hanya dari kalangan parpol saja, sikap tegas untuk tidak menghadiri debat kedua tersebut juga datang dari ormas Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Probolinggo.


Hasan menjelaskan, pemilihan Surabaya sebagai lokasi debat dianggap kurang representatif dan tidak memberikan asas manfaat untuk bisa dinikmati dan disimak oleh masyarakat Kabupaten Probolinggo.

"Ini bukan hajatan pilkada untuk Surabaya, maka selayaknya debat kedua harus dilaksanakan di wilayah Kabupaten Probolinggo," tegasnya.

Sebelumnya Hati juga telah melayangkan surat kepada KPUD setempat yang isinya meminta agar pelaksanaan debat publik Pilbup Probolinggo diselenggarakan di Kota Kraksaan saja. "Namun KPU tetap melaksanakan diri untuk tetap menyelenggarakannya di Kota Surabaya," tambah Hasan.

HATI pun siap menerima konsekuensi dari KPUD setempat karena menolak hadir dalam debat. "Kami siap untuk menerima konsekuensi sesuai dengan aturan KPU tentang tidak ditayangkannya iklan kampanye berikutnya," ungkap Hasan.


Dalam kesempatan yang sama Ketua DPC PPP Kabupaten Probolinggo, Salim Quraeis menegaskan, debat publik Pilbup Probolinggo seharusnya digelar di wilayah setempat demi memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

"Jadi jangan membeli kucing dalam karung. Cerdaskan masyarakat, KPU harus bijak sebagai pelaksana pemilu," tegasnya.

Ini bukan kali pertama paslon Hati menolak hadir dalam debat publik Pilbup Probolinggo 2018. Pada debat perdana yang berlangsung di bulan April lalu, paslon HATI juga tidak hadir karena debat juga digelar di Surabaya.

Namun hingga berita ini diturunkan, pihak KPUD Kabupaten Probolinggo belum bisa dimintai keterangan terkait pelaksanaan debat kedua Pilbup Probolinggo 2018 ini nantinya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed