DetikNews
Selasa 19 Juni 2018, 11:54 WIB

Nekat Seberangi Pembatas, Pejalan Kaki di Surabaya Dihukum Nyanyi

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Nekat Seberangi Pembatas, Pejalan Kaki di Surabaya Dihukum Nyanyi Foto: Deni Prastyo Utomo
Surabaya - Meski Pemerintah Kota Surabaya telah memberikan fasilitas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) untuk pejalan kaki di sejumlah ruas jalan yang padat, nyatanya banyak warga yang mengabaikan JPO ini.

Seperti halnya yang terpantau di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. Di kawasan ini, Pemkot Surabaya telah menyediakan JPO yang telah dilengkapi dengan lift. Namun masih banyak ditemui pejalan kaki yang menyeberang melewati pembatas jalan.

Dari pantauan detikcom, siang ini puluhan pejalan kaki nekat menyeberang dari sejumlah hotel dan gerai makanan cepat saji menuju Tunjungan Plaza yang berada di seberang jalan.

Padahal di tengah-tengah Jalan Basuki Rahmat telah diberi pembatas jalan (barrier). Puluhan pejalan kaki terlihat nekat melewati pembatas jalan ini, kendati arus lalu lintas juga tengah padat.

Para pejalan kaki ini pun mendapatkan teguran dari petugas kepolisian, Linmas dan TNI yang sedang berjaga di Pos Pam Polsek Tegalsari yang berada di depan Tunjungan Plaza.


"Ayo mbak, mas kesini masuk dulu ke pos. Semuanya sudah tahu dilarang menyebarang disini. Di samping sana ada JPO yang sudah dilengkapi lift kok tidak lewat sana," imbau Kanit Reskrim Polsek Tegalsari Iptu Zainul Abidin kepada pejalan kaki, Selasa (19/7/2018).

Hayo, Puluhan Pejalan Kaki di Surabaya Nekat Seberangi PembatasFoto: Deni Prastyo Utomo

Terkait hal ini, Iptu Zainul mengaku sering menjumpai para pejalan kaki yang nekat menyeberang di Jalan Basuki Rahmat.

"Sering kami jumpai. Itukan membahayakan dirinya sendiri dan pengguna jalan yang lain dan juga bisa menimbulkan kemacetan," ujar Abidin.

Para pejalan kaki yang sudah diperingatkan oleh petugas tersebut kemudian didata serta mendapatkan edukasi. Selain itu, untuk menimbulkan efek jera, beberapa pejalan kaki juga diberikan hukuman seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya.


Salah satu pejalan kaki yang kena tegur, Heri (30) mengaku tidak tahu jika sudah ada jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

"Saya tadi nginap di hotel di seberang mal TP. Mau nyeberang biar cepat tidak tahu kalau ada JPO yang ada lift," kata warga asal Jember yang sedang berlibur ke Surabaya tersebut.

Heri pun mengaku tak keberatan jika kena tegur petugas sebab menurutnya upaya ini bisa mengedukasi para pejalan kaki.

"Tidak masalah. Cukup baik saya apresiasi," tandasnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed