DetikNews
Senin 18 Juni 2018, 13:30 WIB

Satpam di Jember Unjuk Rasa, Ini Tuntutannya

Yakub Mulyono - detikNews
Satpam di Jember Unjuk Rasa, Ini Tuntutannya Demo karyawan/Foto: Yakub Mulyono
Jember - Puluhan karyawan PT Care Guard yang bertugas sebagai satpam di Lippo Plaza Jember, berunjukrasa di halaman mall. Mereka memprotes kebijakan perusahaan yang melakukan pemotongan gaji dan penahanan ijazah bagi karyawan baru.

"Kita dapat info bahwa untuk bulan ini kita nggak (dapat gaji) full, alasannya ada gantungan, gitu istilahnya," kata salah seorang karyawan PT Care Guard, Hendri Kurniawan, Senin (18/6/2018).

Hendri mengaku tidak paham apa yang dimaksud dengan istilah gantungan. Menurut pria yang bekerja sejak 1 Juni 2018 itu, makna dari gantungan itu adalah adanya pemotongan gaji. Jumlahnya mencapai Rp 1 juta.

"Untuk bulan ini dipotong Rp 1 juta. Untuk apa saya juga tidak tahu. Pokoknya istilahnya gantungan gitu. Dalam perjanjian juga tidak ada, hanya lisan," kata Hendri.

Menurut Hendri, kebijakan pemotongan gaji dan penahanan ijazah bagi karyawan baru merupakan hal yang aneh. Dia mengaku sudah tiga kali pindah perusahaan jasa pengamanan, baru kali ini ada kebijakan seperti itu.

"Saya ini sudah pindah PT tiga kali, setahu saya nggak ada kebijakan seperti itu," tandas Hendri.

Dia berharap pemotongan gaji ditiadakan. Karena hal itu bisa berimbas ke pendapatan karyawan. "Apalagi saya ini kan asal Bondowoso, masih harus kos di Jember. Kalau dipotong kan menambah beban," kata Hendri.

Koordinator Wilayah PT Care Guard Lippo Plaza Jember, Mi'raj, menampik tuduhan ada pemotongan gaji karyawan baru. Meski mengaku kebijakan itu ada di perusahaannya, namun tidak diterapkan di Jember.

Dia menjelaskan, pemotongan gaji bagi karyawan baru merupakan konsekuensi dari fasilitas yang diberikan perusahaan. Salah satunya adalah seragam.

"Kita beri fasilitas seragam, dari fasilitas itu kita lakukan pemotongan gaji sebesar Rp 1 juta. Itu pun biasanya tidak langsung, tapi diangsur selama 4 bulan," kata Mi'raj.

Namun kebijakan itu tidak berlaku di Jember. Sebagai gantinya, karyawan baru diwajibkan menitipkan ijazah aslinya ke perusahaan.

"Itu pun hanya untuk jangka waktu 4 atau 5 bulan, setelah itu ijazahnya kita kembalikan," tegas Mi'raj.

Kebijakan tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi agar karyawan tidak keluar - masuk perusahaan seenaknya. Sebab hal tersebut bisa membuat kerugian di perusahaan.

"Kita kan ada aturan, kalau mau keluar harus ada pemberitahuan sebulan sebelumnya. Demikian juga seragam yang kita pinjamkan agar dikembalikan. Sebab ada yang baru kerja 15 hari terus keluar tanpa pemberitahuan, selain itu seragam yang kita pinjamkan juga nggak dikembalikan, ini kan membuat perusahaan merugi," terang Mi'raj.

Pihak perusahaan, lanjut Mi'raj, telah melakukan sosialisasi kepada calon karyawan yang hendak bekerja di PT Care Guard. Oleh karena itu, ketika sudah masuk, karyawan seharusnya sudah paham mengenai hak dan kewajibannya.

"Sudah kita sosialisasikan mengenai aturannya, jadi seharusnya mereka sudah paham," katanya.

Mengenai polemik yang terjadi sekarang ini, Mi'raj mengaku akan melaporkan ke pihak atasan. "Saya akan laporkan situasinya, kebijakannya nanti seperti apa, ya nanti kita ikuti," pungkas Mi'raj.

Sementara pihak Lippo Plaza Jember belum berhasil dikonfirmasi terkait masalah yang dialami petugas keamanan yang bekerja di mall tersebut. Marketing Communication Manager Lippo Plaza Jember, Januard Erasmus, ketika dihubungi via telepon tidak merespon. Demikian juga pesan WA yang dikirim belun dibalas.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed