DetikNews
Kamis 14 Juni 2018, 16:49 WIB

Pilgub Jatim 2018

PCNU Surabaya Prihatin, Diduga Arus Bawah NU Digiring ke Khofifah

Zaenal Effendi - detikNews
PCNU Surabaya Prihatin, Diduga Arus Bawah NU Digiring ke Khofifah Foto: istimewa
Surabaya - Pertemuan silaturahmi tahunan di Ponpes Amanatul Ummah yang diasuh KH Asep Syaifuddin Chalim di Siwalankerto Surabaya berbuntut keprihatinan. Di kegiatan tersebut diduga terjadi penggiringan arus bawah NU Surabaya ke arah Cagub Cawagub Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

Rais Syuriah PCNU Kota Surabaya KH Mas Sulaimain mengatakan penggiringan itu dilakukan pihak-pihak tertentu, yang mengatasnamakan pengurus NU, dan mengklaim telah terjadi kesepakatan semua untuk memilih paslon nomor 1 itu.

"Padahal ini klaim saja, dan tidak benar," ujar KH Mas Sulaiman, Kami (14/6/2018).

Kiai Mas Sulaiman menyayangkan upaya mengarahkan pengurus NU di Surabaya, mulai tingkat kota sampai level bawah, untuk mendukung kandidat tertentu di Pilkada Jawa Timur.


"Sebab, sikap PCNU Surabaya sudah jelas, yakni menegakkan khittoh NU. Jadi kalau ada media yang memberitakan NU Surabaya mendukung pasangan nomor 1 itu jelas tidak benar," tegas dia.

Pengasuh Ponpes Al Muhibbin Tambak Osowilangun Surabaya itu mengaku tidak hadir dalam pertemuan itu. Begitu juga Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surabaya, Dr. Muhibbin Zuhri.

"Saya dan ketua tanfidziyah tidak hadir dan tidak pernah menyuruh pengurus NU Surabaya ikut menghadiri undangan Kiai Asep," terang KH Mas Sulaiman.

Putera (alm.) KH Mas Masnur itu menjelaskan, sebelumnya PCNU Kota Surabaya telah menggelar silaturahmi dengan 31 pengurus kecamatan dan 198 Ranting NU se-Surabaya.


Acara digelar di Kantor PCNU Surabaya, 10 Juni 2018. "PCNU beserta segenap MWC dan Rantingnya tetap berkomitmen pada Khittah NU. Jadi kegiatan di pesantren Amanatul Ummah tersebut bukan kegiatan NU," tegas KH Mas Sulaiman.

Dalam pertemuan resmi itu, Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Kota Surabaya telah mengimbau seluruh pengurus NU tidak mengarahkan umat ke salah satu pasangan calon. Dan, soal pilihan politik diserahkan masing-masing pribadi umat.

"Kami tahu sebagian pengurus NU ada yang ke paslon nomor 1 dan sebagian lainnya ke nomor 2. Makanya secara organisasi, PCNU teguh menjaga khittoh NU. Kalau atas nama pribadi silakan tapi jangan mengarahkan umat ke salah satu paslon," pinta Kiai Mas Sulaiman.
(ze/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed