DetikNews
Kamis 14 Juni 2018, 11:24 WIB

Mudik Lewat Jalur Alternatif Batu-Mojokerto, Wajib Gunakan Gigi 1

Enggran Eko Budianto - detikNews
Mudik Lewat Jalur Alternatif Batu-Mojokerto, Wajib Gunakan Gigi 1 Foto: Enggran Eko Budianto
FOKUS BERITA: Jalur Mudik 2018
Mojokerto - Jalur alternatif mudik Kota Batu-Mojokerto via Cangar dan Pacet banyak dilalui lantaran lebih cepat. Namun saat melintas di jalur ini, para pemudik diimbau menggunakan gigi 1 lantaran turunannya yang curam kerap memakan korban.

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata mengakatan, jalur alternatif Kota Batu-Mojokerto banyak dilalui lantaran lebih cepat jika dibandingkan melalui Pandaan, Pasuruan. Menurut dia, pemudik dari Malang dan Kota Batu, bisa menghemat waktu tempuh sekitar 30 menit.

"Melalui jalur ini lebih cepat kalau dari Batu dan Malang, tapi risiko lebih tinggi, selisihnya hanya setengah jam," kata Leonardus kepada, Kamis (14/6/2018).

Mantan Kapolres Kota Batu ini menjelaskan, risiko kendaraan mengalami rem blong cukup tinggi jika melalui jalur ini. Khususnya kendaraan dengan transmisi matic. Pasalnya, banyak turunan curam dan tikungan tajam.


Seperti turunan AMD di Pacet, Mojokerto. Turunan ini mempunyai kemiringan sekitar 45 derajat. Di turunan ini, sisi kirinya berupa tebing, sementara sisi kanan berupa jurang yang lumayan dalam.

Turuan di rest area Sendi, Pacet juga tak kalah mengerikan. Di lokasi ini juga kerap terjadi kecelakaan tunggal akibat rem blong. Tak hanya kendaraan roda 2, mobil wisatawan pun kerap celaka di titik ini. Meski kemiringan di turunan ini tak securam jalur AMD, sisi kanan jalur berupa jurang. Sementara sisi kirinya berupa tebing.

Turunan dan tikungan tajam Gotekan, Pacet juga tak kalah mengerikan. Meski kemiringan turunan sekitar 30 derajat, kendaraan roda dua dan roda empat kerap mengalami rem blong di titik ini. Pasalnya, turunan yang panjang membuat sistem pengereman mudah terbakar. Tikungan tajam Gotekan yang berujung ke jurang sedalam 50 meter juga menjadi ancaman.

"Kami sudah koordinasi dengan Polres Batu, mereka sudah memberikan imbauan dari arah Bumiaji ke Mojokerto supaya kalau kendaraan tak maksimal jangan lewat situ. Karena cukup curam," ujarnya.


Leonardus mengakui jalur ekstrem Batu-Mojokerto kerap memakan korban. Sistem pengereman yang terbakar mengakibatkan banyak kendaraan terguling di jalur ini.

"Pemudik mutlak harus memakai gigi rendah, satu atau gigi dua," tandasnya.

Upaya untuk menekan kecelakaan di jalur alternatif Batu-Mojokerto juga dilakukan dengan mendirikan pos pantau di Sendi dan tikungan Gotekan, Pacet. "Kami juga menempatkan banner-banner imbauan supaya pengendara berhati-hati," tegasnya.

Jalur alternatif Batu-Mojokerto kini juga dilengkapi 2 jalur penyelamat. Jalan menanjak di sisi kiri jalan ini khusus bagi kendaraan yang mengalami rem blong. Dengan begitu, laju kendaraan akan melambat dengan sendirinya.
(iwd/iwd)
FOKUS BERITA: Jalur Mudik 2018
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed