DetikNews
Rabu 13 Juni 2018, 19:15 WIB

Jamu Tamu Asing, Pembangunan Sarana Bandara Banyuwangi Dikebut

Ardian Fanani - detikNews
Jamu Tamu Asing, Pembangunan Sarana Bandara Banyuwangi Dikebut Foto: istimewa
Banyuwangi - Pemerintah pusat telah menetapkan Bandara Banyuwangi menjadi penunjang untuk ajang Annual Meeting IMF-World Bank yang akan digelar di Bali pada Oktober 2018 mendatang. Direncanakan, akan ada delegasi dari 10 negara dunia yang akan mendarat di Bandara Banyuwangi.

Hal itu diungkapkan Dirut Angkasa Pura (AP) II Mohamad Awaluddin saat menggelar pertemuan dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Rabu (13/6/2018). AP II adalah pengelola Bandara Banyuwangi.

"Untuk pertemuan tahunan IMF-World Bank ini, rencananya ada 17 ribu delegasi yang hadir. Kami sudah memilah, ada sekitar 10 negara delegasi yang rencananya akan kita daratkan di Banyuwangi," kata Awaluddin kepada detikcom, Rabu (13/6/2018).


Sejumlah pembangunan infrastruktur penunjang tengah dikebut AP II menyambut pertemuan tahunan bergengsi tingkat dunia tersebut. Mulai dari perpanjangan dan pelebaran runway, perluasan apron, hingga penebalan landasan.

Awaluddin lalu merinci pekerjaan yang tengah dilakukan, antara lain pekerjaan penambahan runway, dari yang semula 2.250 meter menjadi 2.500 meter. Runway juga dalam proses diperlebar menjadi 45 meter. Tebal landasan ditingkatkan menjadi PCN 56.

"Penebalan landasan ini dilakukan akhir Juni. Apron juga bakal ditambah 23.000 m2, sehingga total menjadi 41.000 rb m2," jelas Awaluddin.

"Semua pengerjaan tersebut, akan selesai awal September. Artinya kesiapan utk pertemuan IMF-World Bank aman. Dengan spesifikasi infrastruktur seperti itu juga, Banyuwangi sudah bisa jadi international airport," imbuhnya.


Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan, pemerintah daerah siap mendukung pemerintah pusat untuk menyukseskan agenda besar internasional IMF-World Bank itu. Bahkan, Anas menyetujui penggunan bangunan ruang tunggu VVIP di kawasan bandara menjadi terminal bagi penerbangan internasional.

"AP II juga bisa mulai membangun resto underground, di bawah hamparan rerumputan hijau dari masterplan bandara yang telah kami susun. Penambahan parkir juga bisa dilakukan di samping resto ini nanti. Tentunya dengan konsep green airport ini, akan menambah daya tarik tersendiri bagi delegasi yang hadir," jelas Anas.

Banyuwangi sendiri juga telah ditunjuk sebagai daerah yang ditawarkan untuk menjadi tujuan wisata delegasi pertemuan IMF-World Bank dari seluruh dunia. Sejumlah paket wisata akan ditawarkan banyuwangi, mulai menikmati Gunung Ijen dengan api biru (blue fire) yang fenomenal, wisata petik kopi, hingga beragam atraksi seni yang memikat.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed