Begini Metode Kemensos Sembuhkan Trauma Anak Terduga Teroris

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Selasa, 12 Jun 2018 15:20 WIB
Risma saat mengunjungi anak-anak bomber dan terduga teroris Surabaya dan Sidoarjo. (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/File)
Surabaya - Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial (Kemensos) Nahar mengatakan ada empat metode yang dilakukan dalam memulihkan anak-anak bomber dan terduga teroris. Metode ini juga dilakukan agar mereka bisa berbaur dengan lingkungan seperti anak-anak pada umumnya.

"Metodenya ada empat tahapan, satu pendidikan, lalu yang kedua konseling, yang ketiga rehabilitasi sosial, dan yang terakhir adalah pendampingan sosial," ujar Nahar ditemui di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (12/6/2018).

Salah satu metodenya yang paling mendasar yakni pendidikan. Nahar mengaku pihaknya akan memberikan pemahaman tentang apa saja norma yang berlaku di masyarakat.

Tak hanya itu, berkaitan dengan pemahaman anak-anak yang keliru, Nahar juga akan memberikan pengertian apakah hal ini dianggap benar atau tidak dengan membandingkan pemahaman satu dengan lainnya.


"Yang pertama pendidikan, soal memberi pemahaman tentang bagaimana norma-norma yang berlaku. Apakah seandainya jika kita memiliki norma yang berbeda itu dianggap benar atau perlu diperbandingkan dengan pemahaman lain," terangnya.

Ketika ditanya seberapa lama proses ini akan berlangsung, Nahar mengaku tidak dapat memprediksi karena hal ini tergantung dari kondisi masing-masing anak dan kondisi kejiwaannya.

"Waktunya sangat tergantung dari masalah masing-masing anak. Dan tiap anak akan berbeda tergantung dengan kondisi kejiwaannya," lanjutnya.


Nahar juga mengatakan pihaknya telah berpengalaman merehabilitasi 90 anak yang memiliki hubungan dengan terduga teroris. Dalam rehabilitasi ini, pihaknya juga menyediakan slot untuk keluarga yang tak terjangkit paham radikal agar membantu proses penyembuhan anak-anak.

"Kami selama ini sudah merehab 90 dan tambah 7 ini kemungkinan jadi 97. Ini anak-anak yang memiliki hubungan dengan terduga teroris. Lalu dengan keluarganya yang ikut di sana sudah ada 180-an," ungkap Nahar.

Nahar juga ikut datang ke Mapolda Jatim untuk menerima secara simbolis anak-anak dari bomber dan terduga teroris di Surabaya dan Sidoarjo untuk selanjutnya mendapat rehabilitasi dari Kemensos.

Ia mengaku telah menyiapkan beberapa tempat rehabilitasi yang ada di berbagai daerah di seluruh Indonesia. "Kementerian sosial punya tempat khusus untuk anak dan ditempatkan di seluruh Indonesia. Yang pasti prinsipnya untuk yang terbaik bagi anak-anak. Kita menyesuaikan dengan kondisi anaknya, ada yang di Malang, ada di Jakarta dan di Surabaya ada," tutupnya. (lll/lll)