Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Asnawi Suroso, mengatakan dalam pengamanan mudik dan balik tahun ini pihaknya membagi personel menjadi tiga tim dengan peralatan lengkap, satu tim di berada di Posko Rest Area Tol Saradan, sedangkan dua lainnya berada di Pantai Prigi dan siaga kantor.
"Untuk Lebaran ini kami memang lebih difokuskan pada ruas Tol Trans Jawa, kebetulan untuk Basarnas Trenggalek ditepatkan di Res Area Saradan Wilangan. Namun mengingat kondisi wilayah Trenggalek sendiri yang rawan kami tidak mungkin hanya fokus ke tol," kata Korpos Basarnas Trenggalek Asnawi Suroso, Minggu (10/6/2018).
Untuk kawasan wisata di pesisir selatan Trenggalek, Basarnas menyigakan pasukan yang dilengkapi dengan peralatan rescue termasuk satu unit kapal sea rider. Tim basarnas tersebut disiagakan di Pelabuhan Prigi.
"Kemudian satu tim juga kami siagakan di kantor untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu ada kejadian yang membutuhkan penanganan Basarnas. Untuk jumlah personel di tol delapan orang, siaga kantor enam orang dan siaga pesisir selatan ada lima orang," jelas Asnawi.
Asnawi mengimbau para pemudik yang melintasi jalur Tol untuk menjaga kondisi tubuhnya dan tidak mengemudi dalam kondisi lelah maupun mengantuk. Selain itu kondisi kendaraan termasuk ban harus mendapatkan perhatian serius.
"Dari beberapa kali kecelakaan, terjadi karena pengemudi yang mengantuk dan pecah ban. Jadi pemudik harus benar-benar hati-hati," imbaunya.
Sedangkan para pemudik yang menghabiskan libur lebaran berkunjung ke kawasan pantai diminta untuk mematuhi seluruh aturan. Pengunjung diimbau tidak melakukan aktivitas mandi di pantai jika ada larangan dari pihak pengelola.
"Meskipun tidak ada larangan juga harus tetap berhati-hati, karena ombak besar bisa datang kapan saja. Bagi yang tidak bisa berenang jangan sekali-kali bermain air di pantai, karena risikonya lebih tinggi," jelasnya.
Pada saat libur lebaran biasanya terjadi lonjakan yang tajam pada sejumlah obyek wisata di Trenggalek dan sekitarnya. Pada kondisi itu, masing-masing rombongan wisatawan diharapkan saling melakukan pemantauan terhadap anggota rombongannya, sehingga bisa diambil tindakan cepat apabila terjadi kecelakaan maupun hal tidak diinginkan. (bdh/bdh)










































