detikNews
Kamis 07 Juni 2018, 14:48 WIB

Kekeringan 3 Desa di Lereng Penanggungan, Ribuan Jiwa Kesulitan Air

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kekeringan 3 Desa di Lereng Penanggungan, Ribuan Jiwa Kesulitan Air Foto: BPBD Mojokerto
Mojokerto - Kekeringan melanda 3 desa di Lereng Gunung Penanggungan, Mojokerto. Akibatnya, 2.956 keluarga yang terdiri dari 8.759 jiwa di tiga desa Kecamatan Ngoro, kesulitan air bersih.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto M Zaini mengatakan, kekeringan melanda Desa Kunjorowesi, Manduro Manggung Gajah dan Kutogirang. Ketiganya terletak di lereng Gunung Penanggungan.

Menurut dia, selama ini warga tiga desa mengandalkan air hujan. Sehingga saat kemarau tiba, tepatnya sejak pertengahan Mei 2018, air bersih sulit didapatkan oleh warga.

Satu-satunya mata air yang ada hanya di Dusun Sumberan, Desa Kunjorowesi. Sementara untuk menyalurkan air tersebut ke desa lainnya yang terletak di atasnya, terkendala pompa air yang belum mendapatkan pasokan listrik.

Ditambah lagi, debit sumber air tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 500 rumah tangga.

"Kalau musim kemarau ketiga desa ini selalu kekeringan. Kami akan berjibaku distribusi air selama enam bulan ke depan. Karena prediksi BMKG kemarau sampai bulan Oktober," kata Zaini saat dihubungi detikcom, Kamis (7/6/2018).

Kekeringan ini, lanjut Zaini, mengakibatkan 2.956 keluarga atau 8.759 jiwa di tiga desa tersebut kesulitan air bersih. Dengan rincian 605 keluarga atau 1.650 jiwa di Desa Kunjorowesi, 947 keluarga atau 3.954 jiwa di Desa Manduro Manggung Gajah, serta 1.404 keluarga atau 3.155 jiwa di Desa Kutogirang.

Kondisi ini memaksa Pemkab Mojokerto menetapkan status darurat bencana kekeringan sejak Selasa (5/6). Menurut Zaini, bantuan air bersih didistribusikan ke 3 desa terdampak kekeringan sejak 6 Juni 2018.

Zaini memastikan, selama ini pasokan air bersih bagi ribuan jiwa terdampak kekeringan sudah terpenuhi. Total kebutuhan air bersih mencapai 20 ribu liter/hari. Dalam sebulan kebutuhan air bersih mencapai 600 ribu liter.

"Akan kami datangkan satu mobil tangki air dari BPBD Provinsi untuk membantu distribusi air bersih," terangnya.

Zaini menambahkan, bencana kekeringan di tiga desa membutuhkan solusi permanen. Karena setiap musim kemarau tiba, kesulitan air bersih selalu dirasakan warga setempat. Oleh sebab itu, pihaknya mengajukan bantuan ke Pemprov Jatim agar pemasangan pipa untuk menyalurkan air dari kawasan Trawas, Mojokerto segera direalisasikan. Setidaknya dibutuhkan pemasangan pipa sepanjang 11 Km.

"Rencananya pipanisasi akan diambil alih Dinas PU Cipta Karya Jatim. Karena proyek pipanisasi sampai saat ini belum tuntas," tandasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com