DetikNews
Kamis 07 Juni 2018, 11:01 WIB

Ini Prediksi Polisi Soal Jalur Rawan Laka dan Macet di Jawa Timur

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Ini Prediksi Polisi Soal Jalur Rawan Laka dan Macet di Jawa Timur Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Heri Wahono/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Menjelang arus mudik dan balik, polisi memetakan daerah rawan terjadi kecelakaan hingga kepadatan di Jawa Timur. Salah satunya Pandaan menuju Malang.

"Titik rawan kecelakaan atau daerah trouble spot itu setiap daerah ada. Tapi yang paling parah atau krusial ada di Pandaan dan Malang. Secara di situ jalur pariwisata yang menuju Batu atau Malang. Titik krusialnya ada di sana untuk kemacetan juga," ujar Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Heri Wahono di Surabaya, Kamis (7/6/2018).

Heri mengaku ada pula jalur yang memiliki tingkat kerawanan serupa yakni di Mengkreng, Kediri. Hal ini karena setiap tahun, di daerah Mengkreng selalu terjadi kepadatan dan kemacetan yang sangat tinggi.

"Yang kedua di Mengkreng setiap tahunnya selalu terjadi kemacetan dan kepadatan," lanjutnya.

Namun, polisi mengaku memiliki beberapa cara meminimalisir kemacetan dan kepadatan di area tersebut. Misalnya, dibukanya tol fungsional di Wilangan-Kertosono.

"Namun pada tahun ini sudah dibantu dengan tol fungsional dengan ruas Wilangan-Kertosono sehingga dapat mengurangi penumpukan dan kepadatan kendaraan di ruas jalan Mengkreng," ungkap Heri.

Polisi, tambah dia, juga menyiapkan beberapa pos pengamanan dan pelayanan di beberapa lokasi. Totalnya ada 39 pos pelayanan dan 211 pos pengamanan yang disiapkan di Jatim.

"Antisipasinya kita menempatkan pos-pos pengamanan dan pos pelayanan. Totalnya pos pelayanan ada 39, dan sekitar kurang lebih pos pengamanan ada 211," imbuhnya.

Ada pula jalur alternatif hingga akan ada rekayasa lalu lintas yang dilakukan untuk mengurai kemacetan yang terjadi.

"Kita menyediakan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan, dan juga mengadakan jalur rekayasa untuk mengurai kemacetan dan kepadatan," tambah Heri.

Namun, lanjut Heri, adanya rekayasa lalu lintas ini masih diberlakukan situasional. Karena melihat dari kondisi kepadatan jalan saat mudik nanti. Kalau memang perlu, Heri juga akan membuat sistem contra flow atau satu arah.

"Tetap semacam rekayasa lalu lintas, tapi kita berlakukan situasional, kalau memang itu terjadi kepadatan kita lakukan contra flow dan buka tutup ya untuk mengurangi kepadatan dan kemacetan," ungkap Heri.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed