detikNews
Rabu 06 Juni 2018, 19:03 WIB

Kasus Garam Industri Jadi Konsumsi, Ini Kata Petani Garam

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Kasus Garam Industri Jadi Konsumsi, Ini Kata Petani Garam Dukungan petani garam atas ungkap kasus garam industri jadi konsumsi (Foto: Deni Prastyo Utomo)
Gresik - Penggerebekan gudang garam impor yang diketahui mengolah garam industri menjadi garam konsumsi mendapatkan dukungan dari Forum Petani Garam Madura. Mereka melakukan dukungan dengan membentangkan spanduk di depan gudang di Banyutami.

Salah satu spanduk yang mereka bawa bertuliskan 'Sikat Habis Mafia Garam Insya Allah Petani Garam Akan Makmur'. Ketua Forum Petani Garam Madura, Muhammad Yanto mengatakan pihaknya mendukung langkah kepolisian yang telah berhasil mengungkap mafia garam.

"Dengan berhasil diungkapnya kasus ini semua produsen garam menunggu distribusi garam yang ada di gudang ini," kata Yanto kepada wartawan di gudang Banyutami yang telah disegel, Rabu (6/6/2018).


Yanto juga mengatakan dengan adanya penyegelan gudang ini, Para petani garam menjadi tertolong. "Dengan adanya ini. Garam rakyat jadi bisa terserap lagi," ujar Yanto.

Yatno juga mengaku saat ini harga garam dari petani yang dibeli industri pengolahan garam rata-rata seharga Rp 2.500 per kilogramnya.


Meski begitu, Yanto mengatakan pihak petani tidak anti impor. Melainkan pihaknya ingin mengetahui berapa kuota pemerintah tentang impor garam nasional.

"Kami hanya ingin tahu berapa kuota impor garam yang ditentukan oleh pemerintah. Sebab kuota garam untuk industri jika berlebih maka kelebihannya itu biasanya untuk garam konsumsi. Itulah salah satu penyebab garam rakyat tidak laku," tandasnya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com