detikNews
Rabu 06 Juni 2018, 18:09 WIB

Polisi Gerebek Gudang yang Kemas Garam Industri Jadi Konsumsi

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Polisi Gerebek Gudang yang Kemas Garam Industri Jadi Konsumsi Tumpukan garam di gudang milik PT Garindo (Foto: Deni Prastyo Utomo)
Gresik - Polisi menggerebek gudang penimbunan garam impor dan tempat pengemasannya di Gresik. Dua orang dijadikan tersangka dalam kasus ini.

Gudang penimbunan gram tersebut ada di Jalan Banyutami, Manyar, Gresik. Sementara tempat pengemasan garam berada di Jalan Mayjen Sungkono, Kebomas, Gresik.

Wadirtipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat tentang kelangkaan garam. Berawal dari situ pihaknya melakukan penelusuran kemudian menemukan gudang penimbunan garam.

"Ada dua lokasi yang kami temukan. Satu gudang penimbunan kami temukan di Banyutami, Manyar dan satu ditempat pengolahannya yang berada di Jalan Mayjen Sungkono, Kebomas," kata Daniel di lokasi Banyutami, Rabu(6/6/2018).


Daniel mengatakan dalam kasus ini ada dua perusahaan yang terlibat yakni PT PT Mitra Tunggal Swakarsa (MTS) dan PT Garindo. PT MTS merupakan perusahaan pengimpor garam dan pemilik tempat pengolahan dan pengemasan garam di Jalan Mayjen Sungkono. Sementara PT Garindo adalah pemilik gudang tempat garam PT MTS disimpan.

Dari pengamatan detikcom, di gudang yang berada di Banyutami terlihat ratusan karung berukuran 50 kilogram berisi garam. Terlihat juga gunungan garam yang belum dikemas.

Daniel mengatakan bahwa garam yang diimpor merupakan garam industri dari Australia dan India. Tapi oleh pihak importir, garam industri itu dikemas menjadi garam untuk konsumsi.

"Ada penyelewengan impor garam. Yang seharusnya digunakan garam industri. Tapi dikemas kembali menjadi garam untuk keperluan dapur," kata Daniel.


Daniel menyebut bahwa PT MTS telah melakukan impor garam sejak 20 April 2018 lalu. Ada sekitar 400 ribu ton garam yang diimpor. "Menurut data kami, ada 400 ribu ton garam yang diimpor. Tapi untuk di gudang ini ada sekitar 40 ribu ton. Karena yang lain sudah diolah," kata Daniel.

Dalam kasus ini, kata Daniel, pihaknya sudah mengamankan dua tersangka dalam kasus penyelewangan garam ini. "Ada dua tersangka yang kami amankan. Masing-masing satu orang dari PT MTS dan PT Garindo," ungkap Daniel.

Dua tersangka yang diamankan berinisal GK dan NA. Keduanya merupakan manager PT Garindo dan PT Mitra Tunggal Swakarsa. "Kedua tersangka yang kami amankan berasal dari Surabaya," tandas Daniel.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com