DetikNews
Rabu 06 Juni 2018, 11:37 WIB

Operasi Ketupat, Polisi Antisipasi Empat Potensi Kerawanan Ini

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Operasi Ketupat, Polisi Antisipasi Empat Potensi Kerawanan Ini Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Polda Jawa Timur menggelar apel kesiapan pasukan untuk Operasi Ketupat Semeru 2018. Dalam kesempatan ini, polisi menyebutkan ada empat potensi kerawanan yang perlu diantisipasi dan diperhatikan petugas guna menjaga kelancaran arus mudik, arus balik, hingga keamanan dan kenyamanan masyarakat saat merayakan Idul Fitri.

"Ada empat potensi kerawanan, pertama stabilitas harga pangan, kedua kestabilan arus mudik dan arus balik yang mana banyak lokasi rawan macet dan rawan kecelakaan, ketiga potensi bencana alam dan gangguan seperti curas, curanmor, begal hingga hipnotis, dan keempat ancaman tindak pidana terorisme," ujar Wakapolda Jatim Brigjen Pol Widodo Eko Prihastopo saat membacakan sambutan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (6/6/2018).

Operasi Ketupat Semeru 2018 sendiri akan digelar selama 18 hari mulai tanggal 7 Juni hingga 24 Juni 2018. Guna mengantisipasi potensi kerawanan tersebut, polisi menerjunkan sedikitnya 2.630 personel. Rinciannya adalah 2.100 personel dari Polisi, Dinas Perhubungan 244 personel, Jasa Raharja 20 personel, TNI 244 personel dan pengelola jalan tol 22 personel.


Tak hanya itu, ada pula beberapa anggota Pramuka yang ikut mengamankan kelancaran mudik. Seluruh komponen ini diterjunkan untuk menciptakan situasi aman bagi masyarakat.

"Menjadi sasaran kita di dalam pelaksanaan operasi selain memang tujuan utama adalah menciptakan rasa aman sehingga masyarakat merayakan Idul Fitri dengan nyaman aman di semua kegiatan tempat berkumpulnya masyarakat," tambahnya.

Sementara guna mengantisipasi kecelakaan yang sering terjadi, Wakapolda mengaku telah menyiapkan pengamanan, khususnya di beberapa ruas jalan tol. "Dengan diberlakukannya jalan tol, baik yang sudah beroperasi penuh maupun yang bersifat fungsional, itu sudah kita persiapkan pengamanannya," tambahnya.


Untuk ancaman terorisme, Widodo mengatakan sebelumnya Kapolri telah mengimbau setiap satuan wilayah meningkatkan kegiatan deteksi intelijen melalui satgas antiteror di seluruh jajaran.

"Dibantu dengan rekan rekan TNI, kita selalu waspada, di tempat tempat yang sudah kita tetapkan sebagai titik titik rawan tersebut," lanjutnya.

Sedangkan untuk mengantisipasi gejolak harga dan ketersediaan bahan pangan selama Ramadan hingga hari raya dan seusainya, Polda Jatim juga menurunkan Satgas Pangan yang dipimpin oleh Direskrimsus.

"Ada satgas pangan yang dipimpin oleh Direskrimsus itu juga stand by memantau harga eceran tertinggi yang terjadi di sini. Kalau ada yang melebihi itu nanti akan bergerak," tegasnya.




'Operasi Ketupat: Pengamanan Mudik Sampai Terorisme'

[Gambas:Video 20detik]


(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed