Awas, Marketing Tanah Kavling Abal-abal Gentayangan di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 30 Mei 2018 11:00 WIB
Penipu di Mojokerto diringkus polisi/Foto: Istimewa
Mojokerto - Bagi Anda yang ingin membeli tanah kavling, sebaiknya lebih berhati-hati. Jangan sampai menjadi korban oknum bagian pemasaran (marketing).

Seperti yang terjadi di Mojokerto. Didik Purwanto (32) diringkus setelah menipu para pembeli tanah kavling. Tak tanggung-tanggung, korban marketing ini diperkirakan mencapai 27 orang.

"Pelaku sudah kami tangkap, kami tetapkan sebagai tersangka dan kami lakukan penahanan," kata Kapolsek Trowulan Kompol M Sulkan kepada detikcom, Rabu (30/5/2018).

Sulkan menjelaskan, Didik menjalankan aksinya sejak Juli 2017. Dia dipercaya memasarkan tanah kavling Puri Trowulan di Dusun Temenggungan, Desa Kejagan, Trowulan. Masing-masing kavling seluas 66 meter persegi.

Kepada para korban, lanjut Sulkan, pria asal Kelurahan Kauman, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto ini menjual tanah tersebut Rp 25 juta/kavling. Tersangka menjanjikan akan memberikan sertifikat hak milik (SHM) kepada korban dalam waktu 4 bulan setelah pembayaran.

"Namun sampai lebih dari empat bulan, korban tak mendapatkan tanah kavling tersebut. Bahkan, tersangka ini sempat kabur dari rumahnya dan tak biasa dihubungi," ujarnya.

Salah satu korban pun memilih melaporkan kasus ini ke Polsek Trowulan. Berbekal laporan korban itulah, petugas meringkus Didik di rumahnya, Sabtu (26/5) sekitar pukul 12.00 WIB. Kini penahanan tersangka dititipkan di Lapas Klas IIB Mojokerto.

Selain itu, petugas juga menyita barang bukti berupa brosur tanah kavling Puri Trowulan, kwitansi pembayaran tanah kavling dan surat perjanjian pengikatan akta jual beli tanah kavling.

Kanit Reskrim Polsek Trowulan AKP Edi Sujarwoko menuturkan, korban penipuan dengan modus jual beli tanah kavling ini tak hanya satu orang. Menurut dia, diperkirakan 27 pembeli menjadi korban penipuan yang dilakukan Didik.

"Kami masih dalam proses pemeriksaan korban lainnya," ungkapnya.

Menurut Edi, tersangka diduga tak sendirian menjalankan aksinya. Saat ini pihaknya memburu 2 orang yang ikut menikmati uang hasil penipuan tersebut.

Kedua pelaku diduga menerima uang dari Didik sebesar Rp 190 juta. Mereka merupakan bos dari tersangka.

"Kalau DP (Didik Purwanto) sendiri mengaku menikmati sekitar Rp 90 juta, alasannya untuk operasional pemasaran kavling dan keperluan pribadinya," terangnya.

Akibat perbuatannya, tambah Edi, tersangka dijerat dengan Pasal 378 atau Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. "Ancaman pidananya maksimal empat tahun penjara," tandasnya. (fat/fat)