Misteri Mayat yang Dikubur di Lahan Sengon

Misteri Mayat yang Dikubur di Lahan Sengon

Rahma Lillahi Sativa - detikNews
Rabu, 30 Mei 2018 10:23 WIB
Penemuan mayat korban di lahan sengon. (Foto: Istimewa)
Penemuan mayat korban di lahan sengon. (Foto: Istimewa)
Malang - Mayat dikubur secara tak wajar kembali ditemukan, kali ini di Malang. Jasad pria tersebut bukan dikebumikan di pemakaman, melainkan di sebuah lahan sengon milik warga Dusun Boro Jabung, Kabupaten Malang.

Pria ini diduga merupakan korban pembunuhan dan untuk menutupi jejak, pelaku sengaja mengubur korban. Jasadnya terpendam kurang lebih sedalam 1 meter/

Dari hasil olah TKP, belakangan polisi mengungkap identitas korban yang tak lain adalah Puji Astrianto (31), warga Jalan Bunga Srigading, Lowokwaru, Kota Malang.

"Masih kami selidiki, ada dugaan kuat penyebab kematian tak wajar. Makanya akan dilakukan autopsi," ujar Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Selasa (29/5/2018).


Informasi yang dihimpun menyebut, korban diduga diculik dan dibunuh sebelum akhirnya dikubur di lahan sengon. Mayat korban sendiri terungkap dari hasil penyelidikan petugas Denpom V/3 Malang usai menerima pelimpahan kasus kecelakaan di Jalan Bendungan Sutami, Kota Malang, Minggu (27/5/2018) dini hari.

Sebelum ditemukannya mayat korban, terjadi kecelakaan antara Suzuki Carry nopol N 1193 CR dengan sepeda motor nopol S 4347 DM. Dalam kecelakaan itu, mobil Carry bahkan sampai menghantam warung yang berada di tepi jalan. Mobil tersebut diduga dikemudikan pelaku dan korban berada di dalam mobil saat kecelakaan.

Tidak dipastikan apa yang terjadi selanjutnya, namun yang pasti pelaku dan korban kemudian menghilang dari lokasi kecelakaan, sehingga petugas kesulitan mengidentifikasi siapa saja yang terlibat dalam kecelakaan nahas tersebut.


Dari keterangan ibu korban, Sulastri (50), korban diketahui sempat berurusan dengan seorang oknum tentara berinisial NA sebelum meninggal. Tentara yang berdinas di sebuah kesatuan di Singosari, Kabupaten Malang ini pernah mengancam korban karena menuduh berselingkuh dengan istrinya.

Padahal korban sudah beristri dan dikaruniai dua anak. "Pernah dilabrak, katanya selingkuh dengan istri NA. Karena tidak ada bukti, kami balik memarahi NA," bebernya.

Korban juga beberapa kali meminta pengawalan teman-temannya karena ancaman tersebut. Hingga akhirnya Sulastri mendengar ada kabar kecelakaan di Jalan Bendungan Sutami pada Minggu dini hari.

Firasat meyakinkan Sulastri, jika putranya berada di dalam mobil tersebut bersama NA. "Saya curiga, karena baru besoknya ngecek, tidak menemukan apa-apa. Sebelum itu, Puji sempat telpon, tapi terputus-putus gak jelas," ujarnya.

Sejak saat itu, Sulastri dan keluarganya tak menemukan keberadaan Puji. Mereka menduga Puji diculik seseorang dari tempat kerjanya di Pakisaji, Kabupaten Malang.

Lantas siapakah pembunuh Puji sebenarnya dan apa motifnya?

(lll/lll)