DetikNews
Senin 28 Mei 2018, 20:15 WIB

Jalur Selatan untuk Mudik: Waspadai Rawan Longsor dan Black Spot

Adhar Muttaqin - detikNews
Jalur Selatan untuk Mudik: Waspadai Rawan Longsor dan Black Spot Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Satuan Lalulintas Polres Trenggalek memastikan tiga ruas jalan nasional yang ada di Trenggalek siap digunakan untuk jalur Mudik Lebaran 2018.

Kepala Unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Satlantas Polres Trenggalek, Agustyo, kepastian itu didapatkan setelah pihaknya melakukan operasi terpadu bersama Dinas Perhubungan serta Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek.

"Di Trenggalek ada tiga ruas jalan nasional, yakni Trenggalek-Ponorogo, Trenggalek-Tulungagung dan Trenggalek-Pacitan. KOndisi jalannya masih relatif bagus, hanya ada beberapa titik yang butuh pembenahan dan saat ini sedang proses perbaikan," kata Agustyo, Senin (28/5/2018).


Di ruas jalan Trenggalek hingga perbatasan Ponorogo, misalnya, dipastikan kerusakan yang terjadi relatif kecil. Kondisi jalan berlubang terpantau tersebar secara sporadis dan saat ini tengah dilakukan proses penambalan oleh tim Sapu Lubang Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

"Seperti ini tadi juga masih dilakukan perbaikan jalan bergelombang di Jalan Soekarno-Hatta. Aspal dikeruk dan diganti dengan yang baru, prosesnya tidak lama, hanya beberapa hari," ujar Agustyo.

Sedangkan kondisi jalan ambles yang ada di perbatasan Trenggalek-Ponorogo saat ini juga sudah dilakukan perbaikan dan segera bisa dimanfaatkan kembali oleh seluruh pengguna jalan.

Jalur Selatan untuk Mudik: Waspadai Rawan Longsor dan Black SpotFoto: Adhar Muttaqin

Agustyo menambahkan, meski kondisi jalan relatif bagus, namun terdapat beberapa titik yang perlu diwaspadai oleh para pemudik, terutama daerah rawan kecelakaan atau black spot dan rawan longsor.

"Untuk rawan kecelakaan jalur Trenggalek-Ponorogo berada di Desa Nglongsor dan Jambu, sedangkan di ruas Trenggalek-Tulungagung, titik rawan laka di Desa Kamulan sampai dengan perbatasan Tulungagung. Lokasi-lokasi tersebut sering terjadi kecelakaan," jelasnya.

Sementara itu untuk jalur yang rawan longsor terdapat di beberapa titik, di antaranya di Km 16 Trenggalek-Ponorogo serta Km 16 Trenggalek-Pacitan. Dari arah Ponorogo juga terdapat tebing dengan tingkat kemiringan yang ekstrim dan telah berulangkali terjadi longsor.

"Kalau yang di Kecamatan Suruh atau jalur ke Pacitan dulu jalannya pernah longsor, tapi saat ini sudah diperbaiki. Yang jelas kami harap semua pengendara hati-hati saat melintasi titik rawan longsor tersebut," ujar Kanit Dikyasa tersebut.


Dalam kesempatan terpisah, salah seorang pelaksana perbaikan jalan nasional di Trenggalek, Sumarno, menjelaskan pada ruas jalan Trenggalek-Ponorogo terdapat 16 titik yang saat ini sedang diperbaiki untuk mempersiapkan arus mudik.

"Proses perbaikannya tidak lama. Seperti ini di Jalan Soekarno-Hatta ini hanya butuk waktu sekitar empat hari, kemudian nanti akan kami teruskan untuk titik lain di Jalan Yos Soedarso," ungkapnya.

Ruas jalan yang dilakukan pengerukan tersebut rata-rata bergelombang dan rawan menjadi pemicu kecelakaan, sehingga harus dilakukan penggantian aspal dan pondasi jalan.

"Ini kami keruk kemudian dikasih lapisan agregat A serta CTB dan di atasnya dilapisi aspal. Yang bergelombang ini rata-rata karena bawahnya itu tanahnya lembek. Yang jelas perbaikan selesai sebelum mudik," pungkasnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed