DetikNews
Minggu 27 Mei 2018, 17:09 WIB

Mau Incip Bubur Asy Syuro 'Sunan Bonang', Rasanya Gurih Lho!

Ainur Rofiq - detikNews
Mau Incip Bubur Asy Syuro Sunan Bonang, Rasanya Gurih Lho! Berebut bubur Asy Suro jelang buka puasa/Foto: Ainur Rofiq
Tuban - Warga Tuban terus melestarikan tradisi turun menurun sejak zaman Sunan Bonang. Berebut bubur Asy Suro, saat jelang buka puasa, menjadi tradisi acara yang digelar di halaman Masjid Astana, komplek Makam Sunan Bonang di Tuban.

"Ini merupakan tradisi ramadan saat Kanjeng Sunan Bonang masih ada. Dan ini bentuk pelajaran sosial yang diajarkan beliau saat itu, senang memberi kepada sesama," tutur Abdi Makam Sunan Bonang, Ihwan Hadi kepada detikcom, Minggu (26/5/2018).

Pembagian bubur Asy Suro ini dilakukan jelang buka puasa atau pada pukul 16.30 Wib. Warga sekitar yang ingin mendapatkan bubur harus antre berjubel di sekitar tenda sambil membawa ember atau panci. Jika ikut berbuka puasa di masjid ,pihak pengurus komplek makam telah menyiapkan bubur di sebuah piring.

"Mereka mengakui jika makan bubur ini menjadi berkah," tambahnya.

Sebelumnya, panitia memasak bubur Asy Suro sejak siang usai salat dhuhur. Di bawah sebuah tenda hijau, ada beberapa orang tua yang sudah memasak bubur Asy Suro.

Saat memasak pun menjadi atraksi yang menarik perhatian warga sekitar. Bubur dibuat pria wanita yang telah usia tua, menggunakan dua wajan besar. Api yang digunakan pun berasal dari kayu bakar. Proses memasak ini membutuhkan hampir tiga jam. Aroma khas bubur ini selalu memggoda warga dan peziarah yang datang di komplek makam ini.

"Bubur yang setiap hari dibuat ini, menghabiskan bahan beras sebanyak 20-30 kg, 7-10 kg daging dan tulang kambing atau sapi, santan kelapa serta berbagai bumbu dan rempah rempah," tambah Ihwan.

Sementara bahan-bahan bubur itu, merupakan amal jariyah warga sekitar makam. "Intinya mereka ingin belajar dari tauladan Mbah Sunan Bonang yang suka memberi kepada orang lain, apalagi orang yang tidak mampu," pungkasnya.

Salah satu peziarah Isma (26) merasa senang bisa mencicipi dan merasakan bubur, tradisi peninggalan Sunan bonang.

"Rasanya memang khas banget ya. Gurih dan sedap pokoknya," terang Isma kepada detikcom.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed