detikNews
Minggu 27 Mei 2018, 10:49 WIB

'Shalawat Akbar Satgas Nusantara' Gelar Doa Bersama Lawan Teroris

Andhika Dwi - detikNews
Shalawat Akbar Satgas Nusantara Gelar Doa Bersama Lawan Teroris Warga di Kediri Sholawat Akbar Satgas Nusantara/Foto: Andhika Dwi
Kediri - Pasca peristiwa di sejumlah daerah di Indonesia terkait teroris, Polresta Kediri mengajak TNI, ulama dan masyarakat doa bersama. Selain itu digelar shalawatan guna memerangi dan menangkal aksi terorisme dan paham radikal.

Acara yang diikuti 3.000 jemaah hadir di 'Shalawat Akbar Satgas Nusantara' digelar Polresta Kediri, mulai Sabtu (26/5/2018) malam hingga menjelang sahur.

Kegiatan dipusatkan di Jalan Brawijaya depan Mako Lantas ini dihadiri Habib Ali Bin Hasan Bin Baharun bersama Majelis Taklim Dzikir dan Sholawat Junudul Musthofa.

Ribuan massa datang dari wilayah Kediri dan sekitarnya antara Tulungagung, Blitar dan juga Nganjuk. Kegiatan diawali dengan Salat Tarawih berjamaah antara Muspida Kota Kediri, Polri, TNI bersama masyarkat.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi mengaku saat ini Indonesia, Jawa Timur sedang diuji oleh keadaan, utamanya serangan teror dan paham radikal kepada polisi, masyarakat dan TNI. Saat ini sangat penting seluruh masyarakat bergandeng tangan perkuat barisan bersama melawan aksi teror dengan bershalawat dan doa bersama.

"Kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT, sehingga wilayah Kota Kediri kondusif. Dengan memanjatkan doa dan digelarnya Shalawat Akbar ini agar diberi keamanan di Kota Kediri. Beberapa waktu lalu di wilayah Jatim dihadapkan aksi bom bunuh diri. Kita tidak menginginkan kejadian aksi teroris terjadi di Kota Kediri," tambah kapolres, Minggu (27/5/2018) dini hari.

Dia menambahkan pihaknya bersama-sama TNI/Polri akan menjaga keamanan dari aksi teror, sehingga kondusivitas Kota Kediri terjaga.

"Seperti diketahui Polri membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nusantara jelang pelaksanaan pilkada serentak 2018. Satgas tersebut bertugas mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi saat pilkada berlangsung. Satgas Nusantara dibentuk dalam rangka untuk mendinginkan isu-isu yang berkaitan dengan pilkada sehingga diharapkan dengan pendinginan itu situasi yang memanas tidak sampai ramai," tambah kapolres.

Satgas tersebut akan bekerjasama dengan para tokoh agama dan masyarakat. Tujuannya, untuk meredam tensi panas saat Pilkada.

"Kami perlu juga tokoh-tokoh masyarakat yang memberikan pernyataan-pernyataan yang menyejukkan, itu kami akan bekerjasama dengan seluruh potensi masyarakat, stakeholder yang terkait. Salah satunnya kegiatan Sholawat Akbar Satgas Nusantara ini," tegasnya.

Senada dengan kapolres, Dandim 0809 Kediri, Letkol Kav. Dwi Agung merasa bangga saat ini generasi muda menjadi pelopor menciptakan situasi yang damai dan hadir di kegiatan Sholawat Akbar Satgas Nusantara.

"Saya mengapresiasi terhadap kegiatan malam ini sebagai wadah untuk menjalin persatuan dan kesatuan agar generasi muda menjadi penerus bangsa. Saya menitipkan pesan bila mendapat informasi yang tidak jelas jangan disebar luaskan, cukup diketahui sendiri saja," tambahnya.

Sementara Habib Mahdi Al Khered, yang hadir menjelaskan agama Islam tidak pernah memerintahkan umatnya untuk melakukan bunuh diri. Sebab, itu bentuk kesalahan. Apalagi bunuh diri dan membunuh manusia lainnya, tidak membenarkan dalam Islam.

"Semua itu dilakukan oleh kelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu di malam ini kita perkuat ikatan kita dengan bersholawat dan doa bersama. Semoga Kota Kediri aman tidak ada masalah dan kondusif ini juga didukung oleh masyarakatnya," tandasnya.

Kegiatan ini dihadiri Forkopimda Kota/Kabupaten Kediri, Habib Ali Bin Hasan Baharun, Habib Mahdl Al Khered, Habub Fahmi Al Athos, Habib Ahmad Bafagih. Warga NU, ansor dan banser Kota/Kabupaten Kediri, FKUB-PAUB Kota Kediri, serta Dandim 0809 Kediri, DanBrigif 16, DPRD Kota Kediri.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com