DetikNews
Sabtu 26 Mei 2018, 22:51 WIB

Pilgub Jatim 2018

Kampung Majapahit di Mojokerto Belum Optimal, Ini Saran Puti

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kampung Majapahit di Mojokerto Belum Optimal, Ini Saran Puti Salah satu kampung Majapahit (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Pemprov Jatim dan Pemkab Mojokerto telah menuntaskan pembangunan 596 rumah Majapahit di 6 desa yang ada di Kecamatan Trowulan. Sayangnya, pemanfaatan kampung Majapahit hingga kini belum optimal. Cawagub Jatim Puti Guntur Soekarno mempunyai saran untuk persoalan ini.

Hal itu dikatakan Puti saat ngabuburit bersama para seniman dan pemerhati budaya di Pendopo Agung Trowulan. Menurut dia, 6 desa yang kini terdapat deretan rumah Majapahit, berpotensi untuk dijadikan desa wisata.

Untuk mewujudkannya, dibutuhkan riset untuk menggali produk-produk khas Majapahit yang bisa dijual kepada para wisatawan. Menurut Puti, ciri khas tersebut yang bakal menarik minat para wisatawan untuk berkunjung ke kampung Majapahit.

"Riset apa yang dulu di Majapahit keseniannya seperti apa, busananya seperti apa, makanannya seperti apa. Agar wisatawan bisa melihat seperti ini suasana pada zaman Majapahit," katanya kepada detikcom di lokasi, Sabtu (26/5/2018).


Cucu Presiden Soekarno ini ingin pengelolaan kampung Majapahit bisa meniru desa wisata yang ada di Eropa. Menurut dia, setiap warga di desa wisata itu mengenakan busana tradisional asli kampung tersebut.

Selain itu, kesenian dan kuliner yang disuguhkan ke para wisatawan merupakan warisan nenek moyang kampung tersebut.

"Misalnya tadi saya lihat ada Batik Majapahit, harus didorong lagi dengan pelatihan-pelatihan supaya Batik Majapahit bisa lebih dikenal. Tak hanya dijual di desa wisata, tapi desainer-desainer bisa melirik itu sehingga juga bisa dijual di dunia Internasional. Bisa juga apa yang menjadi potensi, misalnya kuliner. Jadi, kampung wisatanya itu hidup, keseniannya juga hidup," terangnya.

Puti juga berkomitmen untuk memberikan dukungan ke kampung Majapahit jika terpilih menjadi Wagub Jatim. Hal itu juga sejalan dengan program yang dia usung bersama Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yakni membangun seribu desa wisata di Jatim.


"Mungkin kami akan memberikan dorongan pada Pemerintah Kabupaten karena kami punya program seribu desa wisata, pelatihan kepada pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Juga memberikan sentuhan apa potensi yang bisa dibangun di situ. Itu kan perlu pendanaan, perlu riset," tandasnya.

Dalam kurun waktu tahun 2015-2016, Pemprov Jatim dan Pemkab Mojokerto membangun 596 rumah Majapahit di Kecamatan Trowulan. Ratusan rumah bergaya klasik itu tersebar di Desa Jatipasar, Sentonorejo, Bejijong, Trowulan, Temon, serta Watesumpak.

Tak hanya itu, rumah-rumah antik itu juga dilengkapi dengan pagar bergaya Majapahitan di bagian depannya. Sayangnya, ratusan rumah bergaya kuno itu sampai saat ini belum jelas pemanfaatannya. Tak sedikit yang dimanfaatkan warga untuk toko kelontong, warung kopi, hingga kios bensin. Tak sedikit pula yang dibiarkan begitu saja seperti rumah tak berpenghuni.

Padahal konsep awal pembangunan rumah Majapahit ini salah satunya sebagai penunjang keberadaan objek wisata sejarah di 3 desa tersebut. Seperti menjadi homestay wisatawan dan rumah kerajinan dan kuliner khas Majapahit.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed