DetikNews
Sabtu 26 Mei 2018, 19:45 WIB

Meriahnya Bukber Sego Boranan Gratis di Lamongan

Eko Sujarwo - detikNews
Meriahnya Bukber Sego Boranan Gratis di Lamongan Warga Lamongan menikmati sego boranan gratis (Foto: Eko Sujarwo)
Lamongan - Warga Lamongan benar-benar dimanjakan saat Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-449 tahun 2018 ini. Tak lain karena mereka bisa menikmati Sego (nasi) Boranan di Festival Sego Boranan sebagai makanan berbuka puasa.

Di depan Pendopo Lokatantra Lamongan dan juga di sepanjang Jalan Achmad Yani, warga Lamongan dan sekitarnya tumpah ruah mengantri untuk mendapatkan sepincuk Sego Boranan gratis.

"Antri sego boranan sudah seperti sepur (kereta api)," kata salah satu pengunjung Amalia, Sabtu, (26/5/2018).

Menurutnya, menu berbuka puasa dengan makan Sego Boranan, baginya terasa istimewa. "Makanan yang pasti dikangeni para perantau dari Lamongan," ucapnya menambahkan.

Nah, sebelum warga menikmati menu berbuka secara massal dengan Sego Boranan, diawali terlebih dahuli dengan Tari Sufi dan musik LA dan disusul kemudian dengan pertunjukkan Tari Boranan.


Lantas, yang menjadi puncak dari 'pesta' HJL ke-449, ikon Sego Boranan berupa boran raksasa berdiameter 2 meter dibuka dan Bupati Lamongan Fadeli, mengambil nasi yang pertama. Momen ini sekaligus menandai, ajakan buka bersama, sebagai rasa syukur memperingati HJL ke-449 tahun ini yang jatuh tepat di bulan Ramadan.

"Alhamdulillah sesuai dengan target yang kami tentukan," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lamongan, Moh. Zamroni.

Di pelaksanaan Festival Sego Boranan yang serba massal ini, tak pelak memang mengundang animo masyarakat. Tak hanya warga Lamongan saja, warga di sekitar Lamongan juga turut mengantre.

"Pengunjungnya dari berbagai macam daerah, saya lihat tadi ada yang dari Gresik, ada yang dari Surabaya, juga ada dari Tuban, bahkan dari Sidoarjo juga ada," ucapnya.

Bahkan, membludaknya masyarakat yang meramaikan Festival Sego Boranan ini, membuat 121 pedagang Sego Boranan yang masing-masing sudah menyiapkan 100 pincuk sajian harus menambah volume Sego Boranannya.


"Kami minta para peserta penjual boran untuk menambah volumenya. Alhamdulillah sesuai dengan target yang kami tentukan," ujar Zamroni.

Terselenggaranya Festival Sego Boranan untuk pertama kalinya ini, membuat Pemkab Lamongan berancang-ancang untuk mematenkan makanan khas Lamongan ini. "Sekaligus ke depan nanti kami akan buat event yang lebih besar, dan akan masuk pada agenda tahunan. Pokoknya jangan sampai orang datang ke Lamongan, tapi belum makan Sego Boranan," tuturnya menambahkan.

Untuk di ketahui, Sego Boranan ini memiliki keunikan, karena hanya dibuat oleh warga di Dusun Kaotan, Desa Sumberejo, Kecamatan Lamongan. Dinamakan Sego Boranan, karena nasinya diletakkan dalam wadah bambu yang disebut boran.

Kuliner ini kerap dihidangkan dalam pincuk daun pisang, dengan beragam lauk pilihan. Mulai ikan gabus, bandeng, ayam, hingga yang paling khas ikan sili asap. Nasi dan lauk ini kemudian dilumuri dengan sambel boran yang terkenal pedas, didampingi toping sayur kerawu, empok, dan rempeyek.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed