DetikNews
Kamis 24 Mei 2018, 16:15 WIB

Pengajuan Dispensasi Kawin Anak SD-SMP Belum Tentu Dikabulkan

Adhar Muttaqin - detikNews
Pengajuan Dispensasi Kawin Anak SD-SMP Belum Tentu Dikabulkan Pengadilan Agama Tulungagung (Foto: Adhar Muttaqin)
Tulungagung - Pengadilan Agama (PA) memiliki wewenang untuk mengeluarkan dispensasi kawin bagi anak yang belum memenuhi persyaratan seperti dalam Undang-undang Perkawinan. Namun apakah semua permohonan dikabulkan?

Humas Pengadilan Agama Tulungagung Tamat Zaifudin, mengatakan pengajuan permohonan dispensasi kawin belum tentu akan dikabulkan majelis hakim. Karena setiap perkara memiliki persoalan yang berbeda-beda, sehingga perlu mendapatkan pertimbangan dari berbagai aspek.

"Semua itu akan ditetapkan dalam persidangan, bagaimana pembuktian pengajuan itu, kemudian bagaimana majelis hakim dalam menilai perkara itu, apakah patut di terima atau ditolak," kata Tamat, Kamis (24/5/2018).

Lebih lanjut Tamat menjelaskan, beberapa pertimbangan majelis hakim sebelum memutuskan pengajuan dispensasi kawin diantaranya menyangkut usia, karena dalam agama Islam salah satu syarat pernikahan adalah dewasa.


"Misalkan usianya 13, itu juga harus mendapatkan rekomendasi dari KPAI (komisi Perlindungan Anak Indonesia), apakah anak sekecil itu layak untuk melaksanakan sebuah perkawinan, dengan tanggung jawab rumah tangga yang berat," jelasnya.

Majelis hakim juga akan melakukan pertimbangan khusus mengenai manfaat dan dampak buruk dari perkawinan tersebut, selain itu faktor psikologi, sosiologis, dan yuridis juga menjadi pertimbangan majelis hakim.

"Jadi tidak serta-merta permohonan yang masuk akan diterima, ada juga yang ditolak," tambah pria Asli Trenggalek ini.

Sama halnya dalam perkara yang sedang viral saat ini, seorang pelajar SD di Tulungagung menghamili pacarnya yang masih duduk di bangku SMP. Apabila keluarga mengajukan permohonan dispensasi nikah, majelis hakim belum tentu akan mengabulkan, karena harus melalui berbagai macam pertimbangan.


"Jadi kalau di pengadilan ini hanya memutuskan dikabulkan atau ditolak, kami sebatas memberikan penetapan, kalau dikabulkan maka akan diserahan lagi ke KUA untuk proses perkawinan," jelas hakim PA Tulungagung ini.

Meski demikian putusan dari pengadilan belum tentu akan membatalkan rencana pernikahan kedua anak tersebut, karena selain melalui jalur resmi yang tercatat oleh negara . Pernikahan juga terkadang dilakukan secara siri atau berdasarkan agama.

Sementara itu selama empat bulan terakhir di tahun 2018 ini jumlah dispensasi yang telah dikeluarkan oleh Pengadilan Agama Tulungagung sebanyak 56 perkara, dengan rincian Januari 14 perkara, Februari 16 perkara, Maret 12 perkara dan April 14 perkara.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed