Kejari Surabaya Musnahkan Narkoba: Agar Tidak Dimanfaatkan Oknum

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Kamis, 24 Mei 2018 13:59 WIB
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur, Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya memusnahkan ratusan ribu barang bukti narkotika. Pemusnahan ini merupakan hasil sitaan dari 964 perkara selama satu tahun, yakni mulai bulan Mei 2017 hingga Mei 2018.

"Secara keseluruhan, paling banyak perkara di tahun 2018 dan memang sabu-sabu paling mendominasi. Kalau ganja, sebenarnya sedikit. Tapi kebetulan, sekali tangkapan ada beberapa gram, lebih banyak jumlah kuantitasnya dari sabu-sabu. Namun secara keseluruhan sabu-sabu paling banyak jumlahnya," kata Kasipidum Kejari Surabaya Didik Adyotomo usai memusnahkan barang bukti tersebut di Halaman Kantor BNNP Jatim, Jalan Ngagel Madya, Kamis (24/5/2018).

Pemusnahan ini menggunakan incenerator atau alat khusus untuk membakar barang haram tersebut. Rincian barang bukti yang dimusnahkan hari ini di antaranya sabu-sabu sebanyak 5,8 kilogram, ganja 3,4 kilogram, ekstasi 2.372 butir, pil double L 28.628 butir, Carnophen 804.123 butir, Logo Y 624 butir, Dextro sebanyak 668 butir dan Happy 5 sebanyak 282 butir.


Ditemui di lokasi yang sama, Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Budi Santoso mengatakan pemusnahan BB ini merupakan salah satu upaya yang harus segera dilakukan. Hal ini untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan misalnya dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kejari Surabaya Musnahkan Narkoba: Agar Tidak Dimanfaatkan OknumFoto: Hilda Meilisa Rinanda

"Saya setuju, bahwa barang bukti itu harus segera dimusnahkan. Takutnya kalau terlalu lama disimpan, akan dimanfaatkan orang-orang yang timbul rasa penasarannya. Sehingga jauh lebih baik segera dimusnahkan saja," jelasnya.


Bambang juga mengatakan semua pihak harus bersinergi untuk memberantas narkoba. Apalagi saat ini modus pelaku juga semakin beragam.

"Yang kedua mulai saya menjabat saya menyampaikan kita tidak bisa menangani masalah narkotika ini sendiri, kita harus bersinergi, tinggalkan ego, bersama-sama bergandengan tangan umtuk memberantas narkotika," tegas Bambang.

Bambang juga mempersilakan instansi pemerintah lain yang ingin meminjam incenerator yang dimiliki instansinya.

"Terkait pemusnahan ini, kami senantiasa akan membantu untuk memberikan fasilitas, alat pemusnah barang bukti. Pemusnahan ini adalah kegiatan rutin, kebetulan teman-teman ini meminta bantuan karena teman-teman ini belum ada alat. Untuk itu kami persilakan," tambahnya. (lll/lll)