16 Korban Luka Akibat Bom Bunuh Diri Masih Dirawat

Zaenal Effendi - detikNews
Rabu, 23 Mei 2018 09:22 WIB
Kondisi terkini satpam GKI Diponegoro, Yesaya Bayang. (Foto: Deni Prastyo Utomo/File)
Surabaya - 16 Korban luka akibat bom di tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya hingga kini masih menjalani rawat inap di empat rumah sakit.

Pemkot Surabaya pun memastikan seluruh biaya perawatan hingga pendampingan psikolog dan psikiater untuk mengatasi trauma korban.


"Semua nanti pengobatan hingga proses pemakaman dan lain-lain, itu akan ditanggung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Jadi, keluarga tidak perlu kuatir, kami akan bantu selesaikan nanti," kata Wali Kota Tri Rismaharini saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (23/5/2018).

Selain biaya pengobatan dan pemakaman, Pemkot juga menanggung biaya pendidikan anak korban jika tulang punggung keluarga menjadi korban bom.

"Seluruhnya ditanggung, termasuk pendidikan anak sampai perguruan tinggi jika tulang punggung meninggal, santunan kendaraan yang rusak serta melakukan pendampingan, psikolog, psikiater," ujar Risma.


Sementara itu, 16 korban luka saat ini masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. "Kita terus pantau korban luka yang menjalani perawatan di rumah sakit," tambah Risma.

Berikut data korban luka yang masih dirawat:

RS Bedah
1. Diah Linawati (27), luka berat
2. Warsinto (64), luka berat
3. Desmonda Paramartha (20)
4. Teddy Jamanto Purnomo (65)
5. Wenny Angelina (37)
6. Fransisca Tuti Haryanto (60)
7. Sidiq (65)

RS Siloam
1. Megasari Slamet (66)
2. Kathleen Jeane Haryanto (16)
3. Mathew Anderson (12)

RS Premier
1. Robertius Vecentius Deto (23)
2. Evelyn Hudoyo (11)
3. Mulyono (40)

RSAL dr Ramelan
1. Ary Setiawan (41)
2. Yesaya Bayang (40)
3. Bripka M Erfan (32) (ze/lll)