Akhir Kisah Nur Kholik, Khianati dan Bunuh Istri Teman Sendiri

Andhika Dwi - detikNews
Selasa, 22 Mei 2018 14:51 WIB
Foto: Andhika Dwi/File
Kediri - Nur Kholik, pria yang membunuh Sunarti (39) lalu menguburnya dengan kaki 'nongol' di Kediri tak hanya tega menghabisi nyawa wanita ini. Terlebih-lebih ia telah mengkhianati kepercayaan suami korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kholik tak hanya dianggap tetangga bagi pasangan Sunarti dan suaminya di Sidoarjo. Oleh suami korban, Kholik dipercaya mengawasi keseharian Sunarti.


Bahkan menurut polisi, Kholik dianggap memberikan pengaruh positif kepada suami korban.

"Pelaku punya kebiasaan menyarankan keluarga korban, khususnya suami agar membaca doa tertentu saat sebelum melakukan pekerjaannya," jelas Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Hanif Latif kepada detikcom, Selasa (22/5/2018).

Tapi bukannya menjaga amanah, Kholik justru menjalin cinta dengan istri rekannya itu.


Namun di hari nahas itu, sejumlah pertanyaan sempat muncul terkait keberadaan suami Sunarti saat nyawa perempuan malang ini dihabisi.

Dari pengakuan pelaku, ia dan korban janjian untuk bertemu di wilayah Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri pada hari Rabu (16/5/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.

"Saya janjian dengan dia (korban) di Plemahan, lalu kita cari hotel dan makan, tapi di jalan saya dihina dan diancam. Saya emosi langsung saya cekik lehernya," kisah Kholik.


Setelah itu, korban tak pulang lagi. Namun tidak diperoleh fakta apakah sang suami berusaha mencari korban sebab semalaman tak pulang. Hingga akhirnya korban ditemukan sudah tak bernyawa di pemakaman umum Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan.

Titik terang pun terungkap ketika polisi menanyai 10 orang saksi yang diduga mengetahui atau mengenal korban maupun pelaku di Kediri.

"Ada 10 orang yang kita tanyai, mereka ini terdiri dari suami korban, keluarga pelaku, teman pelaku dan perangkat desa di TKP," ungkap Hanif, Senin (21/5/2018).


Dari keterangan saksi diketahui bahwa orang terakhir yang sedang bersama dengan korban adalah pelaku. Polisi kemudian melanjutkan penyelidikan di rumah suami korban, yaitu di Kecamatan Watudandang, Kabupaten Nganjuk.

Secara kebetulan pelaku juga sedang bersama suami korban saat itu. "Jadi berdasar saksi, kita ke rumah suami korban, ternyata pelaku ada disana, sekalian kita amankan pelaku dan pendalaman," ungkap Hanif.


Siapa sangka di malam sebelumnya Kholik telah menghabisi nyawa istri rekannya itu hanya karena tersinggung dengan ucapan korban.

Pengusaha restoran asal Pare, Kabupaten Kediri ini akhirnya harus terancam merasakan dinginnya bui karena hawa nafsunya sendiri.

Kholik yang telah berhasil ditangkap sejak hari Kamis (17/5/2018) itu pun terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun. (lll/lll)