DetikNews
Senin 21 Mei 2018, 09:28 WIB

Tegarnya Orang Tua di Pusara Terakhir Evan dan Nathan

Rahma Lillahi Sativa - detikNews
Tegarnya Orang Tua di Pusara Terakhir Evan dan Nathan Eri Hudoyo dan Weny Angelina di pusara terakhir Evan dan Nathan. (Foto: Muhajir Arifin)
FOKUS BERITA: Bom Surabaya
Surabaya - Orang tua Vincentius Evan Hudoyo (11) dan Nathanael Ethan Hudoyono (8) memang sudah mengikhlaskan kepergian kedua buah hati mereka yang menjadi korban aksi bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya.

Ketegaran pun terus diperlihatkan oleh sosok keduanya, Eri Hudoyo dan Weny Angelina di hari pemakaman kedua putra tercinta di Kompleks Pemakaman Desa Sengkanrejo, Desa/Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Minggu (20/5/2018).

Mereka hanya diam. Ekspresi wajah mereka pun datar seolah sudah kehabisan air mata dan kata-kata.

Apalagi Weny sendiri masih dalam perawatan di RS Bedah Manyar karena ikut menjadi korban ledakan. Weny diketahui mengalami luka di perut, punggung dan wajah akibat terkena serpihan bom.

"Kakak saya baru saja menjalani operasi di bagian perut," ujar Prajogo, adik Weny, Jumat (18/5/2018).


Peti jenazah Nathan dan Evan dibawa dua bus dan tiba di kompleks pemakaman pukul 11.30 WIB. Petugas pemakaman lalu mengeluarkan dua peti jenazah berwarna putih dari bus. Dua teman korban tampak membawa foto mendiang Nathan dan Evan.

Puluhan keluarga baik yang datang bersama rombongan maupun kerabat yang sudah menunggu di lokasi terlihat hening. Suasana haru pun terasa begitu kuat.

Eri setia mendampingi Weny yang duduk di atas kursi roda, namun tampak jelas di wajah mereka ada duka mendalam yang tersimpan.


Namun keduanya seakan tak mau menjauh dari kedua peti jenazah Evan dan Nathan selama prosesi pemakaman yang berlangsung hingga pukul 14.00 WIB tersebut.

Hingga akhirnya peti jenazah Evan dan Nathan dimasukkan ke liang lahat, sejumlah kerabat dan rekan keluarga yang hadir menitikkan air mata.

Lagi-lagi hal itu tidak ditemukan pada Eri dan Weny. Keduanya memimpin prosesi tabur bunga juga dengan penuh ketegaran.


Kini tersisa memori indah bersama Evan dan Nathan semasa hidupnya. Tak hanya orang tua, keluarga, tetapi juga teman-teman dan guru mereka.

"Orangnya sangat baik, suka menolong. Kakaknya itu (Nathan) pinter matematika," ujar Rafael, seorang teman Evan usai pemakaman.

"Kalau ada tugas langsung kerjakan, bisa selesai sangat cepat tapi nggak ngawur. Anaknya baik," kata guru tersebut.


Saksikan juga suasana haru pemakaman kakak beradik korban bom gereja lewat video berikut:

(lll/fat)
FOKUS BERITA: Bom Surabaya
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed