Kondisi Surabaya Aman, Penjagaan Gereja Tetap Diperketat

Zaenal Effendi - detikNews
Minggu, 20 Mei 2018 13:16 WIB
Foto: Istimewa
Surabaya - Hari ini tepat sepekan pasca bom bunuh diri meledak di tiga gereja. Meski kondisi Surabaya sudah aman, namun penjagaan ketat di semua gereja masih diberlakukan.

Pengamanan terhadap gereja yang tengah melakukan ibadah dilakukan oleh petugas gabungan TNI-Polri, Satpol PP dan Linmas Pemkot Surabaya serta beberapa elemen masyarakat.

"Alhamdulillah mulai kelompok masyarakat, TNI, Kepolisian, Satpol dan Linmas bersama melakukan pengamanan ibadah minggu dan semua kondusif," kata Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Minggu (20/5/2018).


Khusus untuk kelompok masyarakat, pihaknya sama sekali tidak meminta untuk ikut melakukan pengamanan gereja. "Ini merupakan solidaritas masyarakat dan kami anggap sebagai energi baru sekaligus dukungan bagi kami," tambah Rudi.

Sementara Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto menurunkan ratusan anggotanya untuk mendukung pengamanan gereja pagi tadi.


"Kami menurunkan 150 anggota dan 100 anggota Linmas untuk disebar melakukan penjagaan di seluruh gereja di Surabaya. Alhamdulillah amna dan kondusif," ujar Irvan.

Tak hanya petugas keamanan, kelompok suporter juga turut ikut menjaga pelaksanaan ibadah gereja. Seperti di kawasan Tegalsari. 30 Bonek ikut melakukan pengamanan gereja di wilayah Tegalsari bersama pasukan gabungan.

"Penjagaan gereja pasca bom bukan pertama kali bagi kami. Tetapi kami selalu terlibat aktif dalam berbagai pengamanan mulai natal, idul fitri maupun hari keagamaan lainnya," kata koordinator Bonek Kecamatan Tegalsari Indra Yuli dalam pesan yang diterima detikcom. (ze/bdh)