DetikNews
Kamis 17 Mei 2018, 19:07 WIB

Plt Bupati Trenggalek: ASN Dilarang Pakai Elpiji 3 Kg

Adhar Muttaqin - detikNews
Plt Bupati Trenggalek: ASN Dilarang Pakai Elpiji 3 Kg Plt Bupati Trenggalek meminta ASN di lingkungan kerjanya tidak membeli elpiji 3 kg untuk kebutuhan rumah tangga. (Foto: Adhar Muttaqin)
Trenggalek - Pelaksana Tugas Bupati Trenggalek melarang seluruh jajarannya yang berstatus Aparatur SIpil Negara (ASN) menggunakan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram untuk kebutuhan rumah tangga.

Ditemui usai pertemuan dengan Pertamina dan agen elpiji di Polres Trenggalek, Plt Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, mengatakan lagkah itu sengaja dilakukan agar penyaluran gas bersubsidi tersebut lebih tepat sasaran. Dengan begitu, tidak mengalami kelangkaan.

"Sebagai pengendalian saya akan buat surat edaran kepada para ASN bahwa mereka sama sekali tidak boleh menggunakan elpiji subsidi 3 kilogram. Kalau mau pakai silakan untuk beli yang 5,5 kg atau yang 12 kg," kata Arifin, Kamis (17/5/2018).


Selain melarang para ASN memakai elpiji 3 kilogram, pihaknya juga segera mengeluarkan edaran kepada para pengecer elpiji di tingkat desa agar ikut melakukan seleksi kepada warga yang hendak memakai gas subsidi.

"Pengecer juga harus ikut membantu pengendalian, kalau memang pembelinya itu dari insustri menengah besar atau warga yang sekiranya mampu tolong untuk diarahkan. Nah itu nanti kami bekali dengan surat edaran," ujarnya.

Suami Novita Hardiny ini mengaku pengendalian penggunaan elpiji subsidi harus dilakukan melalui berbagai cara, sehingga alokasi subsidi yang diberikan lebih tepat sasaran, yakni kepada warga miskin dan usaha mikro.


Terlebih saat ini pertumbuhan konsumsi elpiji subsidi mengalami peningkatan tujuh persen pertahun, sedangkan alokasi tambahan subsidi dari pemerintah pusat hanya berkisar pada angka tiga persen pertahun, sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan gas di masyarakat.

Arifin menambahkan, terkait kondisi kelangkaan elpiji di masyarakat dalam beberapa pekan terakhir dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah terjadinya lonjakan permintaan dari warga maupun para pemilik usaha mikro.

"Seperti contohnya para pengrajin keripik tempe saat ini mulai ada peningkatan dua hingga tiga kali lipat, artinya penggunaan elpiji juga naik. Penggunaan di rumah tangga di bulan Ramadan seperti ini juga naik," pungkasnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed