"Pihak keluarga sudah dilakukan pengambilan DNA untuk keperluan identifikasi dua hari lalu," kata Yosiana Magdalena, juru bicara keluarga kepada detikcom di rumah duka, Gubeng Kertajaya I, Rabu (16/5/2018).
Yosiana menambahkan tiga orang yang sudah diambil DNA-nya yakni ayah, adik dan anak pertama Bayu. "Yang diambil sampel ayah Bayu, adik Bayu dan anak pertama almarhum," ungkap Yosiana.
Rumah duka/ Foto: Zaenal Effendi |
Meski sudah menyerahkan sampel DNA keluarga, kata Yosi, sapaan akrabnya tetap menghormati proses identifikasi. "Pihak keluarga menghormati proses yang dilakukan kepolisian, tapi kami tetap berharap bisa segera diserahkan," tambahnya.
Bayu merupakan salah satu korban ledakan yang mengalami luka parah karena berada paling dekat dengan pelaku. Jenazah Bayu juga sempat tertahan di RS Bhayangkara Polda Jatim. Sebab, polisi masih kesulitan melakukan identifikasi post-mortem dan ante-mortem.
Imbasnya, proses pemulangan jenazah Bayu tertunda, karena proses identifikasi belum rampung. Padahal keluarga Bayu sudah siap menjemput jenazah bapak dua anak itu. Bayu meninggalkan istri dan dua anaknya yang masih berumur 1 tahun dan 8 bulan. (ze/fat)












































Rumah duka/ Foto: Zaenal Effendi