DetikNews
Rabu 16 Mei 2018, 14:54 WIB

Teroris Jancuuk! Kecaman Aksi Teror Bom Bermunculan di Surabaya

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Teroris Jancuuk! Kecaman Aksi Teror Bom Bermunculan di Surabaya Baliho perlawanan warga Surabaya terhadap aksi teror di pertigaan Panjang Jiwo. (Foto: Deni Prastyo Utomo)
FOKUS BERITA: Bom Surabaya
Surabaya - Pasca aksi teror bom tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya yang menyebabkan puluhan korban warga sipil dan anggota kepolisian, baliho dan spanduk perlawanan terhadap teroris pun bermunculan di sejumlah titik.

Salah satunya terlihat di Jalan Ngagel dan Jalan Diponegoro. Baliho berukuran 4x8 meter dengan latar belakang warna hitam yang bertuliskan 'Teroris Jancuuk!!!'.

Selain baliho, ada juga spanduk perlawanan terhadap teroris terpasang di berbagai ruas jalan dan perkampungan di Kota Surabaya. Seperti halnya yang dipasang di Jalan Manyar, 'Teroris Lahir dari Kondom Bocor. #SuroboyoWani #CDMJMelawan'.

Ketua Komunitas Arek Suroboyo, Kusnan, mengaku jika komunitasnya melakukan pemasangan baliho tersebut untuk melawan aksi teroris di Kota Pahlawan.

"Sudah beberapa hari lalu kami pasang. Setelah terjadinya peledakan di gereja-gereja di Kota Surabaya dan juga di Mapolrestabes Surabaya," kata Kusnan kepada detikcom, Rabu (16/5/2018).

Baliho Kecaman terhadap Aksi Teror Bom Bermunculan di SurabayaFoto: Deni Prastyo Utomo


Menurut pria berusia 48 tahun itu, pemasangan baliho dan spanduk untuk memerangi teroris ini sudah masif dilakukan oleh warga Kota Surabaya.

Selain itu, Kusnan mewakili lembaganya dan masyarakat Kota Surabaya ingin menyampaikan dukungan penuh kepada pihak kepolisian yang memerangi dan memberantas terorisme, baik di Indonesia dan Surabaya pada khususnya.

"Perlawanan warga sudah masif terhadap aksi teroris. Selain itu, masayarakat juga mendukung penuh kepolisian yang melakukan tembakan mati kepada teroris," ungkapnya.

Baliho Kecaman terhadap Aksi Teror Bom Bermunculan di SurabayaFoto: Suryaman Candi


Bahkan Kusnan bersama warga Surabaya lainnya meminta agar pihak kepolisian tidak khawatir jika harus melakukan tindakan penembakan terhadap teroris.

"Tidak usaha hiraukan HAM-HAM dan sebagainya. Sebab teroris sudah meresahkan dan membuat gaduh di Kota Surabaya," tegas Kusnan.

Kusnan bersama lembaganya juga akan berada di garis terdepan jika ada yang mencemooh tindakan polisi.

"Kita akan ada di depan jika ada pejabat atau apapun yang mencemooh dan menentang tindakan kepolisian yang tembak mati teroris," pungkasnya.
(lll/lll)
FOKUS BERITA: Bom Surabaya
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed