DetikNews
Rabu 16 Mei 2018, 09:15 WIB

Tiga Warga Malang Diamankan Densus 88, Terkait Jaringan JAD?

Fatichatun Nadhiroh - detikNews
Tiga Warga Malang Diamankan Densus 88, Terkait Jaringan JAD? Foto: Muhammad Aminudin/File
FOKUS BERITA: Bom Surabaya
Surabaya - Tiga warga Malang diamankan densus 88. Mereka ditangkap dari dua tempat berbeda. Mereka adalah pasutri dan seorang warga. Ketiganya memiliki kesamaan perilaku di mata tetangga.

Pertama kali ditangkap adalah Syamsul Arif alias Abu Umar (37) dan istrinya Wahyu Mega Wijayanti (40). Mereka mengontrak rumah di Perum Banjararum blok BB, Singosari, Kabupaten Malang. Penggerebekan digelar Selasa (15/5/) dini hari. Mereka diamankan di Mako Brimobda Ampeldento, Pakis, Kabupaten Malang, untuk dilakukan pemeriksaan.

Sekitar pukul 08.30 WIB, Densus 88 menangkap Kristianto (41), tak jauh dari rumah kontrakannya di Dusun Turirejo, Kepuharjo, Karangploso, Kabupaten Malang. Di mata tetangga, ketiganya nyaris memiliki perilaku sama, apa itu?

"Orangnya tertutup, tidak pernah berbaur dengan warga. Anaknya perempuan seperti tidak sekolah. Karena mereka sering berada di dalam rumah," jelas Fatmawati ditemui awak media di halaman rumahnya.

Hal sama dikatakan tetangga Kristianto. Kristianto sendiri mengontrak rumah bersama istri serta tiga anaknya. Istri Kristianto juga mengenakan cadar, begitu juga dengan satu anak perempuannya.


"Kalau kerjanya apa tidak tahu, berbulan-bulan tinggal, tidak pernah kami ngobrol, atau mereka menyapa warga," tutur Yuni (37 yang, tinggal berhadapan dengan kontrakan Kristianto.

Ketua RT setempat, Nurhadi menyampaikan, jika Kristianto mengaku sebagai warga Jalan Sumbersari, Lowokwaru, Kota Malang. Identitas bersama keluarga dilaporkan ketika awal kali mengontrak rumah tersebut.

"Memang agak berbeda dengan warga pada umumnya, mereka cenderung tertutup. Ketika pindah dan mengontrak rumah, pakai identitas warga Jalan Sumbersari, Kota Malang," beber Nurhadi terpisah.

Seperti halnya, Syamsul dan Wahyu, Kristianto juga diamankan Densus 88 di Mako Brimobda Ampeldento untuk menjalani penyelidikan. Polisi menyebut, pasutri yang diamankan terkait Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Gedung Tribrata Mapolda Jatim mengaku densus 88 Antiteror memburu orang-orang terkait jaringan JAD di tanah air.


Perburuan jaringan JAD terus dilakukan lantaran keberadaan para terduga teroris mengancam keselamatan masyarakat. "Karena keberadaan jaringan ini membahayakan publik," ujar Barung.

Sampai saat ini, kata Barung, terduga teroris yang ditangkap di Jatim ada 13 orang. Itu termasuk penangkapan di Malang dan Pasuruan Senin (14/5) malam dan di Surabaya.


Tonton juga "Densus 88 Tembak Mati Satu Terduga Teroris di Surabaya"
(fat/lll)
FOKUS BERITA: Bom Surabaya
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed